Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global

Mentan Andi Amran Sulaiman sebut ekspor CPO RI melonjak 26,40% di awal 2026. Indonesia kini kuasai 60% pasar sawit dunia berkat strategi hilirisasi.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 18 April 2026 | 12:35 WIB
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global

Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global

matamata.com - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia semakin tak tergoyahkan. Hal ini didorong oleh penguatan volume ekspor dan peningkatan produksi dalam negeri yang signifikan di awal tahun 2026.

"Jika CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita menguasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya, Indonesia sangat menentukan," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor CPO dan turunannya pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4,69 miliar dolar AS. Angka ini melonjak 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,71 miliar dolar AS.

Peningkatan ini juga berbanding lurus dengan volume ekspor yang naik dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan global serta kuatnya daya saing sawit Indonesia di kancah internasional.

Tren Positif Produksi dan Hilirisasi Kinerja ekspor yang gemilang ini sejalan dengan produktivitas di sisi hulu. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan produksi CPO sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, tumbuh 7,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara total, produksi gabungan CPO dan Palm Kernel Oil (PKO) menyentuh angka 56,55 juta ton. Dari sisi perdagangan sepanjang 2025, total volume ekspor produk sawit mencapai 32,34 juta ton dengan nilai mencapai 35,87 miliar dolar AS.

Amran menekankan bahwa kunci kekuatan Indonesia saat ini adalah strategi hilirisasi. Saat ini, ekspor Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada bahan mentah, tetapi mulai didominasi oleh produk olahan seperti minyak goreng, biodiesel, hingga bahan baku industri.

"Tren ini menunjukkan pergeseran penting dari ekspor berbasis komoditas mentah menuju ekspor berbasis industri," tegas Amran.

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat ekosistem sawit dari hulu hingga hilir. Fokus utamanya mencakup peningkatan produktivitas perkebunan, efisiensi pengolahan, hingga perluasan akses pasar internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Antara)

Baca Juga: Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB