Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital

Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengajak Gen Z menjadikan Pancasila sebagai pedoman di era digital untuk menangkal hoaks dan menjaga persatuan.

Elara | MataMata.com
Senin, 01 Juni 2026 | 16:42 WIB
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital

Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital

matamata.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan, mengajak Generasi Z (Gen Z) untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup di era digital. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi.

Maruli mengungkapkan bahwa Gen Z memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2020, jumlah generasi ini mencapai 75,49 juta jiwa atau sekitar 27,94 persen dari total populasi Indonesia.

"Gen Z adalah generasi besar dan sangat menentukan masa depan Indonesia," ujar Maruli dalam keterangan tertulis yang diterima di Medan, Senin (1/6/2026).

Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk memaknai Pancasila lewat aksi nyata, bukan sekadar seremonial formal. Salah satunya dengan menggunakan media sosial secara bijak untuk menyebarkan konten positif, menyaring hoaks, dan menangkal ujaran kebencian.

Selain itu, Maruli juga meminta Gen Z untuk terus mengukir prestasi, peduli terhadap sesama, serta menghormati keberagaman. Menurutnya, pemaknaan Pancasila di era modern bisa diwujudkan melalui sikap jujur, toleran, kreatif, disiplin, dan gotong royong.

Ia menegaskan, Pancasila akan selalu relevan sebagai kompas moral dalam menghadapi dinamika teknologi, polarisasi politik, tekanan ekonomi, hingga tantangan global.

Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Menurut Maruli, tema tersebut sangat kontekstual dengan kondisi bangsa saat ini.

"Artinya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jembatan yang menyatukan perbedaan suku, agama, budaya, pandangan politik, dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Wapres Gibran Rakabuming meninjau proyek PSEL Keramasan di Palembang. Pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi list...

news | 11:39 WIB

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said kembali diperiksa Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak m...

news | 11:36 WIB

Kemenlu China tegaskan hubungan bilateral dan iklim investasi dengan Indonesia tetap kokoh, merespons spekulasi viral te...

news | 11:32 WIB

Kemnaker resmi membuka pendaftaran Program Magang Nasional 2026 Tahap 1 bagi fresh graduate. Cek informasi pendaftaran d...

news | 07:15 WIB

KPK mengisyaratkan menolak laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Am...

news | 06:00 WIB