PLN Buka Suara Soal Tarif Listrik April-Juni 2026 dan Cara Cek Tagihan

PLN menegaskan tarif listrik periode April-Juni 2026 tidak naik. Simak penjelasan PLN terkait tagihan netizen yang melonjak dan cara cek pemakaian via PLN Mobile di sini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 02 Juni 2026 | 15:56 WIB
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto (tengah) dalam konferensi pers PLN Mobile Proliga 2025, Selasa (17/12) mengatakan PLN memberikan kemudahan para pecinta bola voli dengan aplikasi PLN Mobile. Melalui PLN Mobile masyarakat bisa melakukan pembelian tiket pertandingan official tanpa harus datang ke venue pertandingan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto (tengah) dalam konferensi pers PLN Mobile Proliga 2025, Selasa (17/12) mengatakan PLN memberikan kemudahan para pecinta bola voli dengan aplikasi PLN Mobile. Melalui PLN Mobile masyarakat bisa melakukan pembelian tiket pertandingan official tanpa harus datang ke venue pertandingan.

Matamata.com - PT PLN (Persero) menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode April–Juni 2026. Keputusan ini sejalan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik," ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk merespons ramainya keluhan netizen di media sosial X. Sejumlah pengguna mengeluhkan tagihan listrik yang membengkak hingga 100 persen.

Mereka menyebut adanya lonjakan total energi yang dikonsumsi, meski merasa tidak mengubah pola pemakaian maupun menambah barang elektronik. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa PLN telah menaikkan tarif secara sepihak.

Gregorius meluruskan bahwa PLN selalu patuh pada regulasi pemerintah. Untuk periode April–Juni 2026, tarif listrik dipastikan tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya.

Menurutnya, lonjakan tagihan yang dirasakan sebagian pelanggan kemungkinan besar dipicu oleh perubahan pola konsumsi akibat faktor eksternal, seperti kondisi cuaca, kenaikan suhu udara, atau meningkatnya aktivitas di dalam rumah.

"Meningkatnya aktivitas di rumah menyebabkan peningkatan penggunaan peralatan listrik pelanggan sehari-hari," kata Gregorius.

Guna menghindari kesalahpahaman, PLN mengimbau masyarakat untuk memantau riwayat pembelian token dan pembayaran tagihan secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelanggan mengatur pola penggunaan listrik dengan lebih efisien.

Berikut adalah cara mengecek riwayat pemakaian listrik lewat aplikasi PLN Mobile:

  • Buka aplikasi PLN Mobile.
  • Pilih menu "Token dan Pembayaran" di halaman utama.
  • Klik "Tambah ID Pelanggan" (jika ID belum terdaftar).
  • Masukkan ID Pelanggan Anda.
  • Pilih "Riwayat Penggunaan" (untuk pelanggan pascabayar) atau "Riwayat Pembelian Token" (untuk pelanggan prabayar).

"PLN juga terus mengimbau pelanggan untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak. Salah satunya dengan memeriksa instalasi listrik di dalam rumah secara berkala, serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi tetap terkendali," tutup Gregorius. (Antara)

Baca Juga: Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo

×
Zoomed
TERKINI

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan swasembada pangan adalah hak rakyat dan petani. Kerangka 33 regulasi disiapkan de...

news | 16:02 WIB

Gerindra puji sikap elegan Megawati Soekarnoputri yang tetap hormati Presiden Prabowo meski tak berkoalisi, kontraskan d...

news | 13:47 WIB

Ratusan sopir ojol padati PN Jakarta Pusat demi dukung Nadiem Makarim yang jalani sidang pleidoi kasus korupsi Chromeboo...

news | 11:00 WIB

Kemenhaj menegaskan larangan membawa air zamzam di koper bagasi dan kabin pesawat bagi jamaah haji. Koper yang melanggar...

news | 10:30 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya membeberkan deretan capaian konkret kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selama 1,5 tahun te...

news | 09:30 WIB

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Israel dan Hizbullah sepakat menghentikan permusuhan. Trump menjamin Israel batal ki...

news | 08:30 WIB

Kebakaran hebat melanda pemukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, menghanguskan sekitar 250 rumah. Pemerintah gerak c...

news | 07:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puji kualitas Marselino Ferdinan 'bagus banget' jelang laga melawan Oman di FIFA M...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar Ekonomi Pancasila saat upacara...

news | 16:49 WIB

KPK menargetkan pelimpahan kasus korupsi kuota haji dengan tersangka eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dilakukan setelah mus...

news | 16:46 WIB