Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto kala berdialog bersama 200 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) angkatan 273, di Kompleks Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (6/5/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek
Matamata.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, memberikan pesan kuat kepada seluruh penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menegaskan bahwa para "Awardee" harus mampu berprestasi dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Brian saat berdialog dengan 200 penerima beasiswa LPDP Angkatan 273 di Kompleks Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (6/5).
"Harapannya, setelah belajar di luar negeri, kalian bisa berprestasi di sana dan kemudian memberikan dampak yang signifikan untuk kemajuan Indonesia," ujar Brian Yuliarto dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Brian menjelaskan, pemerintah terus mendorong agar para penerima beasiswa, terutama yang menempuh studi di mancanegara, tetap memiliki orientasi kontribusi terhadap tanah air. Kontribusi tersebut dapat berupa transfer pengetahuan (knowledge transfer), pembangunan jejaring internasional, hingga pemanfaatan kompetensi untuk menjawab berbagai tantangan nasional.
Ia juga menekankan bahwa beasiswa merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program LPDP tidak diukur dari seberapa banyak jumlah penerimanya, melainkan dari kualitas luaran (output) dan dampak (outcome) yang dihasilkan.
"Beasiswa itu bukan akhir. Jangan merasa selesai setelah mendapatkannya. Justru itu adalah awal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi bangsa," tegas Brian.
Selain aspek akademik, Brian menitikberatkan pentingnya penguatan karakter, ketangguhan, dan kemandirian sebagai fondasi utama talenta unggul. Ia meminta para mahasiswa tidak gentar menghadapi tantangan selama masa studi.
"Jangan takut dengan keterbatasan. Kalau kita terus bekerja dan menunjukkan hasil, kita bisa bersaing di tingkat global," tambahnya.
Lebih lanjut, Brian menggarisbawahi potensi besar Indonesia untuk menjadi negara maju dengan memanfaatkan keunggulan komparatif, mulai dari kekayaan biodiversitas hingga populasi yang besar. Namun, hal ini harus didukung oleh riset dan penelitian yang relevan serta kompetitif di level internasional.
Senada dengan itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menyatakan bahwa orientasi program LPDP saat ini telah bergeser. Fokus utama kini bukan lagi sekadar membuka akses pendidikan tinggi, melainkan menciptakan dampak yang terukur bagi negara.
Baca Juga: Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
"Beasiswa harus mampu melahirkan talenta unggul yang berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia," pungkas Dwi Larso. (Antara)