Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target

Presiden Prabowo terima laporan realisasi investasi kuartal I 2026 sebesar Rp498,79 triliun. Simak rincian sektor dan negara investor terbesar di sini.

Elara | MataMata.com
Rabu, 22 April 2026 | 08:15 WIB
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target

Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan capaian positif realisasi investasi kuartal I 2026 dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. Tercatat, realisasi investasi pada periode ini mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun.

"Ini merupakan peningkatan sebesar 7,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 706.569 orang atau naik 18,93 persen secara yoy," ujar Rosan kepada awak media di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026) malam.

Rosan memaparkan bahwa komposisi modal yang masuk ke Indonesia saat ini sangat seimbang. Kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat hampir menyentuh angka 50 persen, bersaing ketat dengan Penanaman Modal Asing (PMA).

"PMDN tercatat sekitar 49,89 persen, hampir sama dengan PMA yang mencapai Rp249,94 triliun. Menariknya, investasi di luar Pulau Jawa kini mendominasi dengan porsi 50,37 persen, sementara di Pulau Jawa sebesar 49,63 persen atau setara Rp247,53 triliun," lanjutnya.

Dalam laporannya, Rosan merinci lima negara teratas yang menjadi investor terbesar di Indonesia selama kuartal I 2026:

  1. Singapura: 4,6 miliar dolar AS
  2. Hong Kong (China): 2,7 miliar dolar AS
  3. China: 2,2 miliar dolar AS
  4. Amerika Serikat: 1,7 miliar dolar AS
  5. Jepang: 1 miliar dolar AS

Adapun sektor yang paling banyak menyerap modal antara lain industri logam dasar, sektor jasa, pertambangan, perumahan, kawasan industri, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Tantangan Target Rp13.000 Triliun Rosan mengakui adanya tantangan besar dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan data Bappenas, target investasi periode 2025-2029 dipatok lebih dari Rp13.000 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan realisasi 10 tahun terakhir (2014-2024) yang berada di angka Rp9.100 triliun.

"Peningkatannya memang sangat signifikan. Namun, Alhamdulillah target awal ini bisa tercapai. Kita harapkan tren positif ini terus terjaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Rosan.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB