Menag Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta

Menag Nasaruddin Umar mengimbau lembaga pendidikan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk membangun karakter siswa yang peduli sesama dan alam.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:30 WIB
Menag Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta

Menag Nasaruddin Umar Dorong Lembaga Pendidikan Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta

matamata.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengimbau seluruh lembaga pendidikan di Indonesia untuk mulai mengembangkan pendekatan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan sosial yang tangguh dan harmonis.

"Saya mengimbau lembaga pendidikan mana pun, mari kita kembangkan ekoteologi dan Kurikulum Cinta. Mari kita menjadi contoh bagi dunia internasional bahwa cinta adalah jalan penyelesaian terbaik di atas semua masalah yang ada," ujar Nasaruddin di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2025).

Nasaruddin mengungkapkan, baru-baru ini sekitar 305 ribu guru dari berbagai latar belakang agama memberikan testimoni positif setelah menerapkan kurikulum tersebut. Ia mengaku terharu sekaligus bangga mendengar dampak nyata yang dihasilkan di lapangan.

"Luar biasa, saya sampai merinding mendengarnya. Dari Sabang sampai Merauke, mereka bercerita semenjak Kurikulum Cinta ini diterapkan, anak-anak lebih menyayangi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan seluruh alam semesta. Selama ini, alam sering kali hanya dijadikan sebagai objek," kata Menag.

Sebelumnya, Kementerian Agama telah menggelar pelatihan daring KBC berskala nasional yang diikuti oleh tenaga pendidik serta elemen masyarakat yang peduli pada perbaikan karakter bangsa.

Secara filosofis, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan instrumen untuk memperkenalkan "Panca Cinta" kepada peserta didik. Hal ini mencakup kesadaran cinta kepada Tuhan dan Rasul, cinta diri sendiri dan sesama, cinta alam lingkungan, cinta ilmu, hingga cinta tanah air.

Nasaruddin menambahkan, selama satu tahun masa uji coba, kurikulum ini terbukti mampu mentransformasi ruang kelas menjadi taman belajar yang membahagiakan.

"Kurikulum ini mampu memerdekakan jiwa anak-anak dan membuat suasana belajar jauh lebih menyenangkan," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut ulama sebagai lentera dan kompas bangsa saat menghadiri Ngaji Kebangsaan ber...

news | 13:12 WIB

Perum Bulog menjamin pasokan Minyakita seharga Rp15.700 per liter tetap aman dan diprioritaskan untuk pasar-pasar SP2KP....

news | 13:08 WIB

Film "People Pleaser" yang dibintangi Mawar De Jongh siap tayang 19 November 2026. Angkat cerita humor dan haru tentang ...

news | 10:15 WIB

Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui keunggulan Timnas Indonesia usai kalah 0-2 di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak evaluasi p...

news | 09:15 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal dan diaspora usai laga melawan Singapu...

news | 08:15 WIB