Donald Trump Buka Suara Soal Peluang Maju Periode Ketiga di Pilpres AS 2028
matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2028. Namun, ia mengakui ambisi tersebut terbentur oleh aturan ketat dalam konstitusi negaranya.
"Anda tahu hukum sangat tegas mengenai hal itu. Saya sangat ingin mencalonkan diri, tetapi hukum sangat tegas. Semua orang bertanya kepada saya, bahkan malam ini mereka berteriak '2028!'. Semua orang ingin saya melakukannya, tetapi peraturan sangat tegas," ujar Trump kepada wartawan di Washington, Selasa (11/8/2026) waktu setempat.
Meskipun Amandemen ke-22 Konstitusi AS secara eksplisit membatasi masa jabatan presiden maksimal dua periode, Trump mengklaim tetap ada celah atau cara yang memungkinkan dirinya maju kembali.
Di sisi lain, Trump juga mulai menimbang suksesor kepemimpinan Partai Republik untuk menghadapi Pemilu 2028. Ia dikabarkan lebih cenderung mendukung Wakil Presiden JD Vance dibandingkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai calon kuat ketua partai.
Dukungan terhadap Rubio dilaporkan mulai mereda, sementara perhatian Trump kini tertuju pada dinamika politik Vance. Trump mengagumi kemampuan Vance dalam mempertahankan garis politiknya di tengah situasi politik yang menantang sekaligus konsisten mendorong agenda pemerintah.
Kendati demikian, preferensi Trump dinilai masih bisa berubah mengingat rekam jejaknya yang sering berganti pandangan. Selain Vance dan Rubio, beberapa pejabat kabinet lain seperti Menteri Keuangan Scott Bessent dan mantan Menteri Dalam Negeri Kristi Noem juga masuk dalam daftar calon potensial pimpinan Partai Republik. (Antara)