Hilirisasi Sawit Koperasi: Menkop Targetkan Fasilitas Refinery Minyak Goreng
matamata.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi perkebunan kelapa sawit memperluas cakupan usaha hingga ke tahap hilirisasi, termasuk membangun fasilitas pemurnian minyak goreng (refinery). Langkah ini diambil agar petani tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah semata.
"Kalau makin banyak koperasi yang punya pabrik CPO (crude palm oil), tidak tertutup kemungkinan kita masuk ke produk turunannya. Kita bisa bangun refinery minyak goreng sendiri," tegas Ferry saat meresmikan pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8).
Ferry menjelaskan, selama ini perkebunan rakyat terkendala akses hilirisasi sehingga pendapatan petani hanya bersumber dari penjualan tandan buah segar (TBS). Dengan menguasai rantai pengolahan dari hulu ke hilir, petani melalui koperasi dapat menikmati nilai tambah dari produk olahan akhir.
Hasil produksi minyak goreng dari refinery koperasi tersebut nantinya diproyeksikan mengisi rantai pasok lokal dan disalurkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah.
Guna memperkuat posisi koperasi, pemerintah juga menugaskan PT Agrinas Palma Nusantara—BUMN pengelola lahan sawit hasil penertiban kawasan hutan—untuk memperluas kemitraan dengan koperasi petani.
Adapun pabrik CPO milik KUD Sejahtera di Musi Banyuasin disiapkan sebagai pilot project hilirisasi sawit berbasis koperasi nasional. Facility bernilai investasi Rp100 miliar ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 ton TBS per jam dan saat ini menyuplai CPO ke mitra industri seperti Wilmar. (Antara)