Menko Muhaimin: Perlindungan Pekerja adalah Fondasi Ekonomi Berkelanjutan

Menko Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya jaminan sosial tenaga kerja untuk meningkatkan nilai ESG perusahaan dan menarik minat investor global.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 09 Mei 2026 | 06:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat memberikan penghargaan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award kepada para pemenang di Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Kemenko PM

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat memberikan penghargaan Paritrana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Award kepada para pemenang di Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Kemenko PM

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa perlindungan pekerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen vital untuk menjaga keberlanjutan usaha di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Menko Muhaimin dalam acara Penganugerahan Paritrana Award 2025 di Jakarta, Jumat (8/5). Menurutnya, jaminan sosial bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi jangka menengah dan panjang dalam ekosistem pemberdayaan masyarakat.

"Melindungi pekerja kita hari ini artinya melindungi keberlanjutan usaha di masa depan," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut.

Lebih lanjut, Muhaimin menjelaskan bahwa perlindungan pekerja kini menjadi sorotan utama dalam dunia investasi global. Saat ini, para investor mulai menjadikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai parameter utama dalam mengambil keputusan investasi.

"Jaminan sosial tenaga kerja menjadi salah satu ciri perusahaan yang kredibel dan berkelanjutan karena memiliki nilai ESG yang tinggi. Semakin baik perusahaan melindungi pekerjanya, semakin baik pula citra perusahaan di mata investor," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, memberikan apresiasi kepada para penerima penghargaan. Ia menekankan bahwa perluasan cakupan perlindungan jaminan sosial membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, hingga pemerintah desa.

"Perlindungan bagi pekerja rentan tidak dapat dilakukan secara parsial. Ini membutuhkan gerakan bersama dari seluruh pemangku kepentingan," tegas Saiful.

Ia berharap Paritrana Award tidak hanya berhenti sebagai seremoni apresiasi, tetapi menjadi katalisator yang mendorong kompetisi positif dan inovasi perlindungan pekerja di seluruh Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menghibahkan motor listrik ke guru honorer. Namun, DPR memberi peringata...

news | 16:24 WIB

Kemenhaj akan menyamakan durasi pelatihan petugas haji pusat dan daerah menjadi satu bulan penuh pada musim haji 1448 H/...

news | 15:28 WIB

Menpora Erick Thohir menyebut ada 7.200 titik nobar Piala Dunia 2026 di Indonesia yang sukses menggerakkan ekonomi daera...

news | 15:11 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan seluruh bantuan pertanian dari pemerintah gratis. Petani diminta segera melaporkan oknum y...

news | 14:53 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perlindungan hukum investor Patriot Bond hanya berlaku pada dana investasi, bukan...

news | 14:41 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan 1.151 km jalan daerah di 37 provinsi dari Sampang. Proyek Inpres 2025 ini dit...

news | 12:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja satu hari ke Jawa Timur untuk meresmikan 1.151 km proyek Jalan Daera...

news | 11:15 WIB

Lionel Messi resmi memecahkan rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia usai mencet...

news | 08:15 WIB

Perundingan damai Iran dan AS di Swiss sempat diwarnai aksi walk out akibat ancaman Donald Trump. Namun, Menlu Iran sebu...

news | 07:15 WIB

Pemerintah resmi membebaskan bea masuk impor LPG industri, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat menjadi 0% demi t...

news | 06:00 WIB