Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kiri) menjawab pertanyaan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM
Matamata.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong penguatan pembangunan infrastruktur listrik lintas negara dalam forum BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) Leaders' Summit di Filipina, Jumat (8/5/2026).
Bahlil, yang mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi kawasan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Pertemuan ini merupakan inisiatif kerja sama ekonomi subregional untuk mendorong pembangunan di daerah 3T bagi empat negara anggota," ujar Bahlil dalam keterangan resminya.
Menurut Bahlil, kerja sama subregional ini tidak boleh hanya berfokus pada konektivitas antarnegara secara makro. Poin utamanya adalah menghadirkan akses listrik yang merata, andal, dan terjangkau hingga ke daerah paling terpencil.
Forum BIMP-EAGA menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan kelistrikan melalui proyek interkoneksi energi, elektrifikasi pedesaan, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Upaya ini dinilai krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah perbatasan.
"Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik," tambah Bahlil.
Melalui partisipasi aktif ini, Kementerian ESDM optimistis fondasi kerja sama empat negara tersebut akan semakin kokoh. Hal ini diharapkan tidak hanya mengamankan rantai pasok energi masing-masing negara, tetapi juga mengakselerasi Asia Tenggara sebagai poros pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan bahwa BIMP-EAGA harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Presiden menekankan agar kerja sama subkawasan menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika global.
"BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita," tegas Presiden Prabowo. (Antara)
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menteri Rosan: Investasi Jadi Motor Resiliensi Nasional