JK dan ICWA Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia

Jusuf Kalla (JK) dan ICWA membahas dampak konflik Iran-Israel-AS terhadap ekonomi Indonesia, mulai dari subsidi hingga nilai tukar rupiah.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:00 WIB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menerima kunjungan pengurus Indonesia Council on World Affairs (ICWA) di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026), ANTARA/HO-Humas Jusuf Kalla

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menerima kunjungan pengurus Indonesia Council on World Affairs (ICWA) di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026), ANTARA/HO-Humas Jusuf Kalla

Matamata.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), bersama pengurus Indonesia Council on World Affairs (ICWA) membahas eskalasi konflik di Timur Tengah serta urgensi peran diplomasi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian global.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kediamannya di Jakarta, Jumat (13/3), JK menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum internasional harus berfokus pada hasil nyata di lapangan, bukan sekadar partisipasi formal.

"Niat baik tentunya untuk perdamaian. Namun, yang lebih penting adalah praktiknya di lapangan," ujar JK dalam keterangan tertulisnya.

JK memperingatkan bahwa ketegangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat bukan sekadar isu politik, melainkan ancaman nyata bagi ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Menurutnya, lonjakan harga minyak akibat konflik tersebut akan memicu efek domino yang luas.

“Akibat masalah Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika, dampaknya terasa ke seluruh dunia. Efeknya ke mana-mana, mulai dari subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, hingga pasar saham,” jelas JK.

Rekomendasi ICWA Terkait Board of Peace (BoP) Ketua Umum ICWA, Al Busyra Basnur, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa Indonesia memiliki kredibilitas besar untuk memfasilitasi dialog internasional. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi darurat melalui Gerakan Non-Blok.

“Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang bermuara pada perdamaian,” tegas Al Busyra.

Namun, di sisi lain, ICWA memberikan catatan kritis terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP). Al Busyra mengungkapkan bahwa mekanisme internal BoP, mulai dari keanggotaan hingga masalah iuran, masih memicu polemik baik di dalam maupun luar negeri.

“Setelah melihat perkembangan dan isi dari BoP serta berbagai polemik yang muncul, kami menyarankan pemerintah untuk mengkaji kembali, bahkan mempertimbangkan untuk keluar dari BoP,” tambahnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penegasan pentingnya prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. JK dan ICWA berharap pemerintah tetap konsisten memainkan peran diplomatik guna menjaga stabilitas dunia di tengah dinamika global yang kian memanas. (Antara)

Baca Juga: SCTV, Indosiar, hingga Mentari TV, Hadirkan Program 'Lebaran Idul Fitri Spesial'

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB

Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset sebesar Rp1,029 triliun ke Kemenkeu. Dana jumbo ini berasal dari BPA Fair...

news | 12:01 WIB

PT Pertamina Patra Niaga perketat pengelolaan impurities (zat pengotor) di 6 kilang demi jamin kualitas BBM standar Euro...

news | 12:00 WIB

COO Danantara Dony Oskaria menegaskan komitmen transparansi data investasi sesuai arahan Presiden Prabowo demi menggenjo...

news | 11:30 WIB

KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan pemilik travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur, terkait kasus dugaan korupsi kuota haji y...

news | 10:15 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah BI memperluas penggunaan mata uang lokal (LCT) dan QRIS lintas b...

news | 09:15 WIB

Polda Metro Jaya mengerahkan 585 personel untuk mengamankan kunjungan Presiden Jerman di Jakarta. Cek rute rekayasa lalu...

news | 08:15 WIB

Sebanyak 13 federasi sepak bola lintas benua mengecam pernyataan Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang menyebut laga kua...

news | 06:00 WIB