Hubungan AS Iran Memanas, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan Donald Trump

Iran menegaskan menolak bernegosiasi dengan AS di bawah ancaman militer. Rencana operasi serangan udara baru Donald Trump dinilai memperkeruh situasi di Timur Tengah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:05 WIB
Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). (ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am/aa.)

Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). (ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am/aa.)

Matamata.com - Iran menegaskan tidak akan pernah bersedia bernegosiasi di bawah ancaman atau tekanan militer dari Amerika Serikat (AS). Teheran menyatakan tidak akan tunduk pada intimidasi apa pun yang datang dari Washington.

"Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan, dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan tersebut," ujar Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam sesi Dewan Keamanan PBB terkait situasi Timur Tengah di New York, Rabu (10/6/2026).

Iravani menekankan, jika Washington benar-benar berkomitmen mencari solusi diplomatik, pemerintah AS harus menyudahi narasi ancaman. Menurutnya, dialog hanya bisa terjadi atas dasar saling menghormati dan kesetaraan kedaulatan.

Pernyataan keras Iran ini mencuat setelah laporan dari Axios pada hari yang sama menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah menggelar pertemuan khusus. Rapat tersebut membahas rencana operasi serangan udara baru terhadap Iran.

Trump bersumpah akan melanjutkan tindakan permusuhan menyusul mandeknya proses negosiasi kedua negara. Ia mengklaim Iran sengaja mengulur-ulur waktu dalam pembicaraan diplomatik.

"Mereka (Iran) sekarang harus membayar harganya," tegas Trump.

Ancaman serangan baru ini mencuat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan ke wilayah Republik Islam tersebut. Washington berdalih aksi itu merupakan respons atas serangan Iran terhadap helikopter Apache milik AS.

Ketegangan kedua negara sempat memuncak pada 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang memicu kerusakan fasilitas dan korban jiwa dari warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menggempur wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Meski sempat menyepakati gencatan senjata pada 7 April lalu, ketegangan kembali meningkat setelah rangkaian perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu tanpa menghasilkan terobosan. (Antara)

Baca Juga: Mensesneg Targetkan Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Raffi Ahmad bantah terlibat kasus dugaan suap impor Blueray Cargo. Raffi sebut namanya terseret hanya karena sempat berf...

news | 15:02 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menargetkan penataan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rampung dalam sebulan. SPPG ...

news | 13:53 WIB

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebut pengesahan UU Polri baru oleh DPR RI sangat mendesak agar kepolisian adaptif te...

news | 13:43 WIB

Ekonom Trimegah Sekuritas desak pemerintah segera salurkan bansos tunai digital guna jaga daya beli masyarakat usai harg...

news | 12:02 WIB

Presiden AS Donald Trump mengklaim militer AS sukses menjalankan misi rahasia mengamankan 100 juta barel minyak di Selat...

news | 10:30 WIB

Mentan Amran Sulaiman mengusulkan konsumsi telur dan daging ayam di program Makan Bergizi Gratis dinaikkan jadi 3 kali s...

news | 09:30 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mencecar Mentan Amran Sulaiman terkait program bawang putih. Kementan targetkan s...

news | 08:15 WIB

PT KAI (Persero) sukses mengangkut 21,56 juta ton batu bara selama Januari-Mei 2026 untuk mengamankan rantai pasok logis...

news | 07:00 WIB

Komisi IV DPR RI mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran Sulaiman dalam menstabilkan harga telur ayam dan ayam hidup yang...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor kesehatan dan RSUD harus bebas dari korupsi. Pemerintah pusat siapkan pengaw...

news | 16:15 WIB