Hubungan AS Iran Memanas, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan Donald Trump

Iran menegaskan menolak bernegosiasi dengan AS di bawah ancaman militer. Rencana operasi serangan udara baru Donald Trump dinilai memperkeruh situasi di Timur Tengah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 15:05 WIB
Hubungan AS Iran Memanas, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan Donald Trump

Hubungan AS Iran Memanas, Teheran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan Donald Trump

matamata.com - Iran menegaskan tidak akan pernah bersedia bernegosiasi di bawah ancaman atau tekanan militer dari Amerika Serikat (AS). Teheran menyatakan tidak akan tunduk pada intimidasi apa pun yang datang dari Washington.

"Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan, dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan tersebut," ujar Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam sesi Dewan Keamanan PBB terkait situasi Timur Tengah di New York, Rabu (10/6/2026).

Iravani menekankan, jika Washington benar-benar berkomitmen mencari solusi diplomatik, pemerintah AS harus menyudahi narasi ancaman. Menurutnya, dialog hanya bisa terjadi atas dasar saling menghormati dan kesetaraan kedaulatan.

Pernyataan keras Iran ini mencuat setelah laporan dari Axios pada hari yang sama menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah menggelar pertemuan khusus. Rapat tersebut membahas rencana operasi serangan udara baru terhadap Iran.

Trump bersumpah akan melanjutkan tindakan permusuhan menyusul mandeknya proses negosiasi kedua negara. Ia mengklaim Iran sengaja mengulur-ulur waktu dalam pembicaraan diplomatik.

"Mereka (Iran) sekarang harus membayar harganya," tegas Trump.

Ancaman serangan baru ini mencuat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan ke wilayah Republik Islam tersebut. Washington berdalih aksi itu merupakan respons atas serangan Iran terhadap helikopter Apache milik AS.

Ketegangan kedua negara sempat memuncak pada 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang memicu kerusakan fasilitas dan korban jiwa dari warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menggempur wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Meski sempat menyepakati gencatan senjata pada 7 April lalu, ketegangan kembali meningkat setelah rangkaian perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir buntu tanpa menghasilkan terobosan. (Antara)

Baca Juga: Mensesneg Targetkan Perbaikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Rampung Sebulan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Korlantas Polri kini mengintegrasikan pengurusan kendaraan terblokir akibat tilang elektronik (ETLE) langsung di kantor ...

news | 14:41 WIB

KPK memanggil Kepala Grup Pengadaan Bank BJB dan mantan aspri Ridwan Kamil sebagai saksi kasus korupsi pengadaan iklan s...

news | 14:02 WIB

Menpora Erick Thohir menyebut potensi wisata olahraga (sport tourism) Indonesia baru tergarap 0,5 persen atau Rp39,5 tri...

news | 13:19 WIB

Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, memecahkan rekor Asian Games tiga kali dan memuncaki kualifikasi spee...

news | 12:27 WIB

MK resmi mengabulkan penarikan permohonan uji materiil Pasal Santet (Pasal 252 KUHP) yang diajukan mahasiswa Unpam karen...

news | 11:04 WIB