Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump: Semuanya Sudah Berakhir bagi Iran

Presiden AS Donald Trump mengklaim militer AS sukses menjalankan misi rahasia mengamankan 100 juta barel minyak di Selat Hormuz dan sebut Iran telah kalah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 10:30 WIB
Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump: Semuanya Sudah Berakhir bagi Iran

Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump: Semuanya Sudah Berakhir bagi Iran

matamata.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa militernya berhasil menjalankan misi rahasia untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam misi tersebut, ia menyebut AS sukses mengawal lebih dari 100 juta barel minyak dan 200 kapal dagang melintasi kawasan rawan tersebut dengan aman.

Trump mengungkapkan bahwa instruksi operasi rahasia itu telah ia berikan kepada militer AS sejak bulan lalu. Langkah ini diambil guna mendukung pengamanan kapal tanker dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

"Hari ini, saya dengan senang mengumumkan bahwa upaya tersebut berhasil menjamin lebih dari 100 juta barel minyak melintas dengan aman di Selat Hormuz hingga ke pasar terbuka," tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social, Rabu (10/6/2026) waktu setempat.

Selain mengamankan pasokan minyak, Trump menambahkan bahwa lebih dari 200 kapal komersial telah berlayar dengan aman di bawah pengawasan ketat armada AS.

Dalam unggahan yang sama, Trump juga melontarkan pernyataan tajam yang menyudutkan pihak Teheran. Ia mengklaim kendali atas jalur perdagangan internasional tersebut kini berada di tangan Washington.

"Usaha yang sukses besar ini adalah karena Amerika Serikat, bukan Iran, yang mengendalikan Selat Hormuz," kata Trump.

Ia bahkan menyebut kondisi internal Iran saat ini tengah terpuruk akibat tekanan yang ada. "Militer mereka telah kalah, dan ekonomi mereka ambruk. Semuanya sudah berakhir bagi Iran!" pungkasnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran logistik dan minyak paling vital di dunia. Kawasan ini kerap menjadi titik panas ketegangan geopolitik yang melibatkan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI mendesak Polri dan Komdigi bekerja sama dengan TikTok dan Meta untuk memblokir akun live streaming provokasi tawu...

news | 10:45 WIB

KPK menemukan dokumen dan bukti elektronik aliran uang suap pengurusan HGB Summarecon saat menggeledah rumah Dirjen ATR/...

news | 10:15 WIB

KBRI Moskow mengimbau WNI mewaspadai tawaran tentara bayaran di Rusia via jalur ilegal. Ketahui risiko pidana agen dan a...

news | 09:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto berkelakar soal larangan berjoget dari pakar saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 PAN d...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto mewajibkan ekspor komoditas strategis melalui satu pintu BUMN guna mencegah laporan palsu dan ...

news | 07:15 WIB