Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump: Semuanya Sudah Berakhir bagi Iran

Presiden AS Donald Trump mengklaim militer AS sukses menjalankan misi rahasia mengamankan 100 juta barel minyak di Selat Hormuz dan sebut Iran telah kalah.

Elara | MataMata.com
Kamis, 11 Juni 2026 | 10:30 WIB
Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan kapal dagang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, Jumat (29/5/2029). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.

Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan kapal dagang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, Jumat (29/5/2029). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa militernya berhasil menjalankan misi rahasia untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam misi tersebut, ia menyebut AS sukses mengawal lebih dari 100 juta barel minyak dan 200 kapal dagang melintasi kawasan rawan tersebut dengan aman.

Trump mengungkapkan bahwa instruksi operasi rahasia itu telah ia berikan kepada militer AS sejak bulan lalu. Langkah ini diambil guna mendukung pengamanan kapal tanker dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

"Hari ini, saya dengan senang mengumumkan bahwa upaya tersebut berhasil menjamin lebih dari 100 juta barel minyak melintas dengan aman di Selat Hormuz hingga ke pasar terbuka," tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social, Rabu (10/6/2026) waktu setempat.

Selain mengamankan pasokan minyak, Trump menambahkan bahwa lebih dari 200 kapal komersial telah berlayar dengan aman di bawah pengawasan ketat armada AS.

Dalam unggahan yang sama, Trump juga melontarkan pernyataan tajam yang menyudutkan pihak Teheran. Ia mengklaim kendali atas jalur perdagangan internasional tersebut kini berada di tangan Washington.

"Usaha yang sukses besar ini adalah karena Amerika Serikat, bukan Iran, yang mengendalikan Selat Hormuz," kata Trump.

Ia bahkan menyebut kondisi internal Iran saat ini tengah terpuruk akibat tekanan yang ada. "Militer mereka telah kalah, dan ekonomi mereka ambruk. Semuanya sudah berakhir bagi Iran!" pungkasnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran logistik dan minyak paling vital di dunia. Kawasan ini kerap menjadi titik panas ketegangan geopolitik yang melibatkan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Amran Sulaiman mengusulkan konsumsi telur dan daging ayam di program Makan Bergizi Gratis dinaikkan jadi 3 kali s...

news | 09:30 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mencecar Mentan Amran Sulaiman terkait program bawang putih. Kementan targetkan s...

news | 08:15 WIB

PT KAI (Persero) sukses mengangkut 21,56 juta ton batu bara selama Januari-Mei 2026 untuk mengamankan rantai pasok logis...

news | 07:00 WIB

Komisi IV DPR RI mengapresiasi gerak cepat Mentan Amran Sulaiman dalam menstabilkan harga telur ayam dan ayam hidup yang...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor kesehatan dan RSUD harus bebas dari korupsi. Pemerintah pusat siapkan pengaw...

news | 16:15 WIB

Pemerintah dan DPR tengah merancang skema stimulus untuk memitigasi dampak kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95...

news | 15:44 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan dan renovasi hingga 400 RSUD kabupaten serta 10.000 puskesmas dalam 3 ...

news | 14:20 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat tenang menyikapi kenaikan harga Pertamax p...

news | 13:20 WIB

: Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Lampung didampingi jajaran menteri untuk meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui...

news | 11:54 WIB

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah fokus perbaiki kebijakan domestik dan tidak menyalahkan faktor glo...

news | 10:01 WIB