Otoritas Maroko Diduga Bantu Imigran Masuk Wilayah Kantong Spanyol Ceuta
matamata.com - Sejumlah imigran yang berhasil tiba di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika, mengeklaim bahwa otoritas Maroko turut membantu mereka menyeberangi perbatasan. Laporan tersebut dirilis oleh The New York Times pada Jumat (1/8).
Sebelumnya, laporan dari media Cadena SER menyebutkan bahwa pihak kepolisian Maroko sempat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan para imigran yang berupaya masuk ke Ceuta. Namun, kesaksian berbeda disampaikan oleh para pendatang.
"Mereka membuka perbatasan dan membolehkan semuanya lewat begitu saja," ujar Ajoub El-Arrot, salah seorang imigran, saat menceritakan tindakan otoritas Maroko, dikutip dari The New York Times.
Senada dengan Ajoub, imigran lain bernama Youssef Alaoui mengatakan bahwa saat rombongannya mendekati Ceuta, personel kepolisian Maroko justru diduga mengarahkan mereka ke jalur yang benar sambil berkata, "Pergi ke sana, pergi ke sana."
Sementara itu, Mohammed Ahmidho mengaku mengetahui gelombang serbuan imigran ke Ceuta melalui media sosial. Ia mengeklaim, saat mendekati perbatasan Spanyol, petugas penegak hukum Maroko sempat menyuruhnya untuk "datang ke Spanyol."
Kendati demikian, Ahmidho akhirnya memutuskan kembali ke Maroko lantaran tidak mendapatkan makanan, air, maupun tempat tinggal setibanya di Ceuta.
Sebelumnya, pada Kamis, ribuan pemuda Maroko berkumpul di perbatasan antara Maroko dan Ceuta, dengan ratusan di antaranya berhasil masuk ke wilayah Spanyol tersebut. Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, melaporkan bahwa ada sekitar 60.000 orang yang masuk ke Ceuta dari Maroko dalam kurun waktu sehari pada Jumat.
Akibat gelombang migrasi masif ini, sekurangnya 57 imigran dilaporkan tewas saat berupaya memasuki wilayah Spanyol tersebut. Di sisi lain, sekitar 48.300 orang dilaporkan telah kembali ke Maroko. (Antara)