Bikin Mesin Awet, Begini Cara Pertamina Saring Zat Pengotor Cetak BBM Standar Euro 4

PT Pertamina Patra Niaga perketat pengelolaan impurities (zat pengotor) di 6 kilang demi jamin kualitas BBM standar Euro 4 yang ramah lingkungan dan hemat.

Elara | MataMata.com
Senin, 15 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi - Kilang pengolahan minyak mentah menjadi produk BBM milik PT Pertamina Patra Niaga. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga

Ilustrasi - Kilang pengolahan minyak mentah menjadi produk BBM milik PT Pertamina Patra Niaga. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga

Matamata.com - PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui pengelolaan impurities atau zat pengotor secara maksimal di enam kilang pengolahan minyak mentah di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa perusahaan mengedepankan kepuasan konsumen dengan menghasilkan produk bensin, solar, hingga avtur yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Sebelum dilepas ke pasaran, seluruh produk harus melewati proses ketat, mulai dari pengolahan di kilang, pengujian laboratorium, hingga distribusi akhir.

"Pengelolaan impurities sangat vital bagi kelangsungan operasional industri hilir migas. Yang terpenting, ini adalah upaya kami untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas produk BBM Pertamina Patra Niaga," ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/6).

Impurities sendiri merupakan kandungan alami dalam minyak mentah yang meliputi sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri. Jika tidak direduksi, zat-zat tersebut dapat mengontaminasi minyak mentah, memicu korosi, dan menghambat kinerja kilang.

Roberth menjelaskan, ada tiga tahapan utama dalam pengelolaan zat pengotor ini di kilang Pertamina:

Fleksibilitas Operasi Kilang: Seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM), sehingga minyak mentah dengan kandungan pengotor tinggi tetap bisa diolah dengan aman.

Pre-treatment dan Chemical Treatment: Penurunan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, dan logam menggunakan teknologi desalter, hydrotreating, serta injeksi bahan kimia pelindung korosi.
Asset Integrity dan Reliability: Memastikan kilang beroperasi aman dan berkelanjutan melalui penggunaan material antikorosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.

"Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi yang memenuhi standar Euro 4 dengan kandungan sulfur rendah, seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex," jelas Roberth.

Produk berstandar Euro 4 ini diklaim memberikan efisiensi lebih bagi konsumen. Selain membuat mesin kendaraan lebih awet karena minim korosi, pembakaran yang dihasilkan juga lebih sempurna sehingga konsumsi BBM menjadi lebih hemat. Dari sisi lingkungan, emisi yang rendah juga berkontribusi positif dalam menekan polusi udara.

"Pengelolaan impurities tidak hanya menjaga keandalan operasional kilang, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi konsumen, sekaligus menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan," pungkas Roberth.

Baca Juga: COO Danantara Tegaskan Komitmen Transparansi Investasi demi Kepercayaan Investor

PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui pengelolaan impurities atau zat pengotor secara maksimal di enam kilang pengolahan minyak mentah di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa perusahaan mengedepankan kepuasan konsumen dengan menghasilkan produk bensin, solar, hingga avtur yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Sebelum dilepas ke pasaran, seluruh produk harus melewati proses ketat, mulai dari pengolahan di kilang, pengujian laboratorium, hingga distribusi akhir.

"Pengelolaan impurities sangat vital bagi kelangsungan operasional industri hilir migas. Yang terpenting, ini adalah upaya kami untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas produk BBM Pertamina Patra Niaga," ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/6).

Impurities sendiri merupakan kandungan alami dalam minyak mentah yang meliputi sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, serta logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri. Jika tidak direduksi, zat-zat tersebut dapat mengontaminasi minyak mentah, memicu korosi, dan menghambat kinerja kilang.

Roberth menjelaskan, ada tiga tahapan utama dalam pengelolaan zat pengotor ini di kilang Pertamina:

Fleksibilitas Operasi Kilang: Seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan Crude Acceptance Matrix (CAM), sehingga minyak mentah dengan kandungan pengotor tinggi tetap bisa diolah dengan aman.

Pre-treatment dan Chemical Treatment: Penurunan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, dan logam menggunakan teknologi desalter, hydrotreating, serta injeksi bahan kimia pelindung korosi.
Asset Integrity dan Reliability: Memastikan kilang beroperasi aman dan berkelanjutan melalui penggunaan material antikorosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.

"Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi yang memenuhi standar Euro 4 dengan kandungan sulfur rendah, seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex," jelas Roberth.

Produk berstandar Euro 4 ini diklaim memberikan efisiensi lebih bagi konsumen. Selain membuat mesin kendaraan lebih awet karena minim korosi, pembakaran yang dihasilkan juga lebih sempurna sehingga konsumsi BBM menjadi lebih hemat. Dari sisi lingkungan, emisi yang rendah juga berkontribusi positif dalam menekan polusi udara.

"Pengelolaan impurities tidak hanya menjaga keandalan operasional kilang, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi konsumen, sekaligus menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan," pungkas Roberth. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset sebesar Rp1,029 triliun ke Kemenkeu. Dana jumbo ini berasal dari BPA Fair...

news | 12:01 WIB

COO Danantara Dony Oskaria menegaskan komitmen transparansi data investasi sesuai arahan Presiden Prabowo demi menggenjo...

news | 11:30 WIB

KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan pemilik travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur, terkait kasus dugaan korupsi kuota haji y...

news | 10:15 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah BI memperluas penggunaan mata uang lokal (LCT) dan QRIS lintas b...

news | 09:15 WIB

Polda Metro Jaya mengerahkan 585 personel untuk mengamankan kunjungan Presiden Jerman di Jakarta. Cek rute rekayasa lalu...

news | 08:15 WIB

Sebanyak 13 federasi sepak bola lintas benua mengecam pernyataan Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang menyebut laga kua...

news | 06:00 WIB

YBB Gelar JYS 2026 di Osaka, ajang pemuda dunia bertukar ide, pamer budaya, dan bangun kolaborasi global....

news | 14:12 WIB

Dinas ESDM Riau mengawasi ketat operasional tambang tanah urug galian C di Kampar. Ditemukan pelanggaran subkontraktor, ...

news | 11:24 WIB

PT Pertamina Patra Niaga menjamin stok BBM bersubsidi jenis Pertalite aman dan tidak langka. Distribusi di seluruh SPBU ...

news | 10:30 WIB

Menpar Widiyanti Putri Wardhana suarakan pariwisata berkelanjutan dan pamerkan inovasi digital AI 'MaiA' di Sidang ke-12...

news | 08:00 WIB