Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun saat ditemui di Badung, Bali, Rabu (10/6/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Matamata.com - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM bersubsidi jenis Pertalite aman dan tidak mengalami kelangkaan. Distribusi di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga dipastikan berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan penyaluran BBM secara real-time di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diambil demi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.
"Selain memastikan stok Pertalite tersedia dan distribusi berjalan normal, kami juga memantau kondisi di lapangan secara real-time," ujar Roberth dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi ini, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok. Optimalisasi tersebut didukung oleh keandalan infrastruktur terminal BBM, lembaga penyalur, armada distribusi, hingga sistem monitoring yang terintegrasi.
Roberth menjelaskan, jaringan infrastruktur yang tersebar dari Sabang sampai Merauke memudahkan Pertamina untuk merespons cepat jika ada wilayah yang membutuhkan penambahan pasokan.
"Kami terus berkoordinasi dengan jaringan unit operasi di 8 Regional (Kantor Wilayah) untuk melakukan langkah antisipatif," tuturnya.
Jika terjadi lonjakan konsumsi di suatu daerah, Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusi khusus agar pasokan di wilayah tersebut tidak terganggu.
Di sisi lain, Roberth menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyalurkan BBM bersubsidi ini sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta kerja sama dari masyarakat konsumen.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan, peruntukan, dan jenis kendaraan yang digunakan," pungkas Roberth.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Bahas Pariwisata Berkelanjutan dan Sektor Digital di UN Tourism