Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cari Energi Alternatif, Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap

Presiden Prabowo instruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia percepat peralihan LPG ke CNG demi ketahanan energi. Pemerintah juga pastikan harga BBM subsidi tidak naik.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:15 WIB
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cari Energi Alternatif, Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap

Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cari Energi Alternatif, Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencari sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu langkah konkret yang diinstruksikan adalah mempercepat peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) bersama jajaran terkait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, percepatan transisi ke energi alternatif ini sangat mendesak mengingat dinamika geopolitik dunia yang masih bergejolak.

"Kami melakukan rapat untuk membicarakan sektor energi dan hilirisasi. Melihat perkembangan geopolitik yang belum selesai, Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Fokus kita sekarang adalah percepatan peralihan LPG ke CNG," ujar Bahlil dalam konferensi pers usai rapat.

Selain membahas transisi energi dan penataan izin tambang, ratas tersebut juga mengevaluasi ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta listrik nasional.

Terkait isu BBM, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Oleh karena itu, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga untuk BBM dan LPG bersubsidi.

"Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Sementara untuk harga non-subsidi, kebijakannya akan menyesuaikan dengan harga pasar yang berlaku," tutur Bahlil.

Menanggapi pertanyaan awak media mengenai tren kenaikan harga BBM non-subsidi saat ini, Bahlil menyebut fokus utama pemerintah adalah melindungi masyarakat kelas ekonomi bawah yang menjadi penerima manfaat subsidi.

"Kita sedang mengkaji semua alternatif. Yang terpenting adalah menjaga saudara-saudara kita yang ekonomi ke bawah. Sementara untuk non-subsidi, ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi jauh lebih baik," tambahnya.

Di sisi lain, Bahlil juga menepis isu kelangkaan pasokan batu bara yang menjadi penopang utama pembangkit listrik PT PLN (Persero). Ia memastikan stok komoditas tersebut dalam kondisi aman.

Baca Juga: Ciara Brosnan hingga Jefan Nathanio, Kompak Dalami Peran Menantang di Sinetron 'Asmara Gen Z'

"Kalau dikatakan batu bara langka, itu tidak benar. Penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton. Memang ada beberapa kendala teknis pada mesin seperti yang dilaporkan PLN, dan kami akan menyelesaikannya dalam waktu secepatnya," kata Bahlil.

Pemerintah berjanji akan terus bergerak cepat mengurai kendala teknis tersebut demi mengantisipasi dan mencegah terulangnya pemadaman listrik di sejumlah daerah.

"Kami upayakan semaksimal mungkin agar tidak ada lagi pemadaman," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenag memperkirakan 100 ribu orang akan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8). S...

news | 14:01 WIB

BRIN mengubah stigma mistis kemenyan menjadi minyak asiri berkualitas tinggi untuk bahan baku parfum premium kelas dunia...

news | 13:52 WIB

Menko Yusril Ihza Mahendra menegaskan pentingnya generasi muda mengombinasikan kompetensi, literasi digital, dan integri...

news | 13:48 WIB

Komisi X DPR menyambut baik putusan MK yang mewajibkan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisah dari pos pendidikan d...

news | 11:53 WIB

Angkatan Laut China dijadwalkan mengirim kapal perang Qi Jiguang dan Kunlunshan ke Surabaya pada Agustus 2026 guna mempe...

news | 10:40 WIB