Menkeu Siapkan Rp31,1 Triliun untuk Pengalihan Status dan Gaji PPPK Daerah ke Pusat

Menkeu Purbaya menyiapkan Rp31,1 triliun untuk gaji PPPK daerah yang diambil alih pusat serta pengalihan status PPPK paruh waktu mulai 2027.

Elara | MataMata.com
Senin, 14 September 2026 | 14:30 WIB
Menkeu Siapkan Rp31,1 Triliun untuk Pengalihan Status dan Gaji PPPK Daerah ke Pusat

Menkeu Siapkan Rp31,1 Triliun untuk Pengalihan Status dan Gaji PPPK Daerah ke Pusat

matamata.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan anggaran sekitar Rp31,1 triliun untuk membiayai pengalihan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu. Kebijakan ini sekaligus menandai pengalihan beban pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai 2027.

Purbaya menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meringankan beban keuangan pemerintah daerah (pemda). Program peralihan ini rencananya dieksekusi secara bertahap.

"Awal Januari (2027), semua PPPK paruh waktu akan menjadi penuh waktu dan dibayar oleh pemerintah pusat. Anggarannya sekitar Rp31,1 triliun, bahkan mungkin lebih," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Selain perubahan status paruh waktu, PPPK daerah yang selama ini digaji melalui APBD juga diberi kesempatan untuk beralih status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditanggung langsung oleh APBN. Proses transisi ini ditargetkan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

Meski skema sudah dirancang, Purbaya mengakui bahwa kebijakan ini belum disosialisasikan secara masif kepada seluruh pemda.

Sebagai pendukung porsi anggaran daerah, pemerintah pusat juga mengalokasikan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun dalam RAPBN 2027. Angka tersebut naik 5,5 persen dibandingkan outlook tahun 2026 yang tercatat sebesar Rp696,9 triliun. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga k...

news | 14:30 WIB

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB

Partai Gerindra menegaskan tidak mengintervensi kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Tim...

news | 12:15 WIB