Ekspor Bawang Merah Brebes ke Thailand, Menko Pangan Pastikan Pasokan Nasional Tetap Aman
matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan ekspor bawang merah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ke Thailand bertujuan memperluas jangkauan pasar petani setelah kebutuhan komoditas tersebut di dalam negeri dipastikan terpenuhi.
"Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor," kata pria yang akrab disapa Zulhas tersebut dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Menko Pangan saat meninjau sekaligus melepas pengiriman bawang merah ke Thailand dari fasilitas penyimpanan atmosfer terkendali (Controlled Atmosphere Storage/CAS) di Brebes.
Kementerian Koordinasi Bidang Pangan mencatat Kabupaten Brebes merupakan salah satu sentra utama bawang merah nasional. Daerah ini menyumbang sekitar 20 persen terhadap produksi nasional dan 60 persen terhadap total produksi Jawa Tengah.
Luas tanam bawang merah di Brebes berkisar 30 ribu hingga 35 ribu hektare per tahun dengan volume produksi mencapai 300 ribu hingga 350 ribu ton. Sebelum menyasar Thailand, bawang merah Brebes telah masuk ke pasar Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Zulhas menegaskan, perluasan pasar ekspor harus tetap mempertimbangkan kecukupan pasokan dan stabilitas harga di pasar domestik. Hal ini penting agar peningkatan produksi benar-benar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para petani.
"Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri," ujar Zulhas.
Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), produksi bawang merah nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 1,32 juta ton, sementara tingkat konsumsi berada di angka 1,25 juta ton.
Sebagai perbandingan, Bapanas mencatat produksi bawang merah nasional pada 2025 mencapai 1,43 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 1,23 juta ton. Surplus produksi tersebut memungkinkan Indonesia mengekspor hingga 1.560 ton bawang merah ke pasar global.
Selain mendorong ekspor, pemerintah juga memperkuat pasar domestik melalui penyerapan produksi bawang merah petani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Prabowo Tiba di Indonesia Usai KTT BRICS 2026, Disambut Wapres Gibran
Pemerintah juga memprioritaskan penguatan sektor perbenihan guna meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan pada benih impor agar mampu memenuhi standar kualitas pasar domestik maupun ekspor. (Antara)