Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur di Indonesia harus mengusung konsep yang terintegrasi. Hal ini bertujuan agar setiap proyek memil

Elara | MataMata.com
Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:49 WIB
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur

Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur di Indonesia harus mengusung konsep yang terintegrasi. Hal ini bertujuan agar setiap proyek memiliki dampak nyata terhadap ekonomi dan ketahanan wilayah.

Asisten Deputi Penyelenggara Tata Ruang dan Penataan Agraria Kemenko Infrastruktur, Syahruddin, menyampaikan pesan Menko AHY tersebut saat meninjau progres pembangunan Jalan Layang (Flyover) Sitinjau Lauik di Kota Padang, Sabtu (14/3/2026).

"Pesan Bapak Menko, sebelum membangun sesuatu harus ada narasi yang terintegrasi mengenai alasan infrastruktur tersebut dibangun," ujar Syahruddin.

Integrasi dan Mitigasi Bencana Syahruddin menjelaskan bahwa infrastruktur seperti jalan dan jembatan merupakan daya ungkit (leverage) bagi peningkatan ekonomi. Namun, pembangunan tersebut hanya akan efektif jika didesain berdasarkan kebutuhan riil dan perencanaan yang matang.

Kemenko Infrastruktur menekankan bahwa tata ruang wajib menjadi panglima. Artinya, setiap proyek pembangunan tidak boleh sedikit pun mengabaikan aspek penataan ruang, terutama yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

"Kita melihat bencana terjadi bertubi-tubi belakangan ini, baik di Sumatera maupun Jawa. Hal itu sering kali berkaitan dengan alih fungsi lahan yang tidak tepat," tegas Syahruddin. Ia menambahkan, pemerintah kini fokus menangani akar masalah penyebab bencana yang berimbas pada rusaknya infrastruktur, bukan sekadar menyelesaikan dampaknya.

Progres Flyover Sitinjau Lauik Proyek Flyover Sitinjau Lauik sendiri dibangun menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Melalui mekanisme ini, pemerintah akan mencicil pembayaran kepada PT Hutama Karya selama 10 tahun ke depan.

Direktur Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL), Michael AP Rumenser, menyatakan pihaknya tengah berupaya menyelesaikan berbagai tahapan krusial, termasuk pembebasan lahan.

"Kami terus berusaha menyelesaikan proyek ini agar pada akhir 2027 sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Michael.  (Antara)

Baca Juga: Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah di Nganjuk untuk menekan inflasi pangan. Pemprov Jatim pas...

news | 11:47 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menargetkan peraturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis selesai pada 2026 demi men...

news | 08:15 WIB

Timnas Futsal Indonesia harus mengakui keunggulan klub Spanyol, O Parrulo Ferrol FS, dengan skor 3-5 pada laga uji coba ...

news | 07:15 WIB

Kodam IX/Udayana menerjunkan prajurit TNI untuk mengevakuasi warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT. BMKG sebut peri...

news | 11:37 WIB

Iran membantah tegas klaim Presiden AS Donald Trump yang ingin menguasai Selat Hormuz. Teheran menegaskan selat strategi...

news | 11:34 WIB