Musim Hujan Tiba, BRIN Minta Pemda Audit Kesehatan Pohon di Ruang Publik

BRIN peringatkan potensi pohon tumbang di musim hujan. Peneliti dorong Pemda terapkan ilmu aborikultur untuk audit kesehatan pohon di tepi jalan.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Maret 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi: Pohon tumbang melintang di jalan raya Banyuwangi, Jawa Timur. Kamis (5/3/2026) ANTARA/HO-BPBD Banyuwangi

Ilustrasi: Pohon tumbang melintang di jalan raya Banyuwangi, Jawa Timur. Kamis (5/3/2026) ANTARA/HO-BPBD Banyuwangi

Matamata.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Jaeni Ashari, mendesak pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap kondisi kesehatan pohon di tepi jalan selama musim penghujan. Langkah ini krusial guna memitigasi risiko pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

"Pemerintah, khususnya Dinas Pertamanan, harus rutin memonitor pohon-pohon di wilayahnya. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan keselamatan masyarakat," ujar Jaeni dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Jaeni menjelaskan bahwa pohon tumbang umumnya tidak terjadi secara mendadak tanpa sebab. Faktor pemicu utamanya meliputi pelapukan kayu akibat serangan rayap, sel jaringan yang mati karena faktor usia, hingga tingkat kelembapan udara yang ekstrem saat musim hujan.

Guna mengatasi masalah ini secara saintifik, BRIN mendorong para pemangku kepentingan untuk mendalami studi aborikultur, yaitu ilmu mengenai budi daya, pengelolaan, serta perawatan tanaman berkayu secara individu.

Senada dengan Jaeni, Peneliti BRIN Dendik Subekti menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan Dinas Pertamanan di berbagai kabupaten/kota untuk memberikan edukasi mengenai teknik perawatan pohon perkotaan.

"Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN sangat terbuka jika ada permintaan sosialisasi aborikultur dari pemerintah daerah. Silakan berkorespondensi, Insya Allah kami siap membantu agar pohon-pohon di jalanan terawat dan tidak lagi memakan korban," tutur Dendik.

Langkah preventif ini diharapkan dapat mengubah paradigma pengelolaan taman kota, dari yang sekadar "menanam dan memangkas" menjadi "merawat dan memantau kesehatan" secara komprehensif. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit ke Satgas Pangan Polri karena sengaja menahan harga TB...

news | 12:45 WIB