BRIN Kembangkan Xanthan Gum Lokal, Targetkan Efisiensi Migas dan Substitusi Impor

BRIN kembangkan xanthan gum secara mandiri untuk meningkatkan efisiensi pengeboran migas dan menekan ketergantungan impor bahan baku industri energi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 16 April 2026 | 13:00 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Matamata.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi memperkenalkan pengembangan xanthan gum, bahan aditif industri yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa penguasaan teknologi xanthan gum merupakan langkah nyata untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Hal ini disampaikan dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/4).

"Kami berupaya menggantikan produk impor yang selama ini mendominasi penggunaan di industri kita," ujar Arif.

Arif menggarisbawahi bahwa dengan konsumsi minyak nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari, Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada komponen pendukung dari luar negeri. Saat ini, BRIN telah berhasil menguasai proses pembuatan xanthan gum secara mandiri di laboratorium.

Melalui pertemuan dengan pelaku industri ini, Arif berharap hasil riset tersebut dapat segera masuk ke tahap produksi massal (komersialisasi).

"Jangan sampai riset BRIN hanya menjadi imajinasi peneliti yang tidak dibutuhkan pasar. Kita menghindari hasil riset yang selesai di laboratorium tapi tidak relevan dengan kebutuhan industri," tegasnya.

Sebagai informasi, xanthan gum memiliki peran vital sebagai agen pengental, pengemulsi, dan pengontrol kekentalan (viskositas). Dalam sektor hulu migas, zat ini digunakan sebagai aditif lumpur pengeboran untuk menjaga stabilitas fluida, mencegah penyumbatan pipa, dan mengoptimalkan proses pengeboran di lapangan.

Produk inovasi BRIN ini hadir dalam bentuk bubuk krem-kecokelatan yang stabil dan aman digunakan. Memiliki sifat rheologi yang unggul, xanthan gum lokal ini diklaim siap bersaing dan memperkuat rantai pasok industri energi nasional yang lebih berkelanjutan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali targetkan kapal patroli TNI AL gunakan bahan bakar B50 untuk efisiensi BBM dan kurangi k...

news | 12:00 WIB

Pemkot Jaksel menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak di Phb Setu Babakan besok. Simak alasan mengapa ikan...

news | 11:15 WIB

China dan IMF memperingatkan ancaman krisis ekonomi global akibat blokade Selat Hormuz. Penurunan pasokan minyak 13% han...

news | 11:05 WIB

Menhut Raja Juli Antoni resmi menerbitkan Permenhut 6/2026. Aturan baru ini mempermudah masyarakat adat ikut perdagangan...

news | 10:30 WIB

Perum Bulog segera membangun tiga gudang baru di pulau terluar Natuna pada September 2026 untuk mengantisipasi kelangkaa...

news | 08:00 WIB

Wamentan Sudaryono memastikan stok pupuk subsidi nasional aman di tengah konflik Selat Hormuz. Produksi mencapai 14,5 ju...

news | 07:15 WIB

Ketum PSSI Erick Thohir bocorkan rencana kompetisi baru yang akan berjalan bersamaan dengan Super League musim 2026/2027...

news | 06:00 WIB

Polri bentuk Satgas Haji untuk berantas travel nakal dan haji ilegal. Simak strategi Polri lindungi jemaah dari penipuan...

news | 15:15 WIB

Presiden AS Donald Trump mengklaim perang AS-Israel terhadap Iran hampir berakhir. Simak detail perundingan di Pakistan ...

news | 14:15 WIB

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendampingi Menteri Kebudayaan Arab Saudi Pangeran Bader meninjau Museum Nasional dan Ga...

news | 13:30 WIB