BGN: 29.400 Dapur Makan Bergizi Gratis Lolos Verifikasi Nasional

Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan 29.400 dapur program Makan Bergizi Gratis lolos verifikasi. BGN jamin efisiensi anggaran tak kurangi kualitas porsi Rp13 ribu dan Rp15 ribu.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:47 WIB
BGN: 29.400 Dapur Makan Bergizi Gratis Lolos Verifikasi Nasional

BGN: 29.400 Dapur Makan Bergizi Gratis Lolos Verifikasi Nasional

matamata.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan, sebanyak 29.400 dapur mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah lolos verifikasi di tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, mayoritas di antaranya sudah mulai beroperasi.

"Sekarang, yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur dan yang sudah operasional 27.900 dapur," kata Sony Sonjaya dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), Mataram, Jumat (29/5/2026).

Sony menjelaskan, target total kebutuhan dapur MBG secara nasional adalah 30.000 lokasi. Dengan demikian, jumlah dapur yang lolos verifikasi saat ini sebenarnya sudah hampir mendekati target total keseluruhan.

"Sisanya, kita menunggu hasil validasi data riil, terutama untuk daerah terpencil," ujarnya.

Menurut Sony, pemenuhan infrastruktur dapur ini sangat krusial mengingat kebutuhan nasional untuk penyaluran program MBG saat ini mencakup 82,9 juta penerima manfaat. Target penerima kini juga diperluas, tidak hanya menyasar peserta didik.

"Jadi, yang kita utamakan itu adalah ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, peserta didik, dan tenaga pendidik," tutur Sony.

Menanggapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Sony menegaskan bahwa pemotongan sejumlah anggaran kegiatan operasional tidak akan mengganggu kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat. BGN berkomitmen mempertahankan nilai gizi dan harga per porsi yang sudah ditetapkan.

"BGN menyambut kebijakan pemerintah ini tanpa mengurangi kualitas (MBG). Tetap Rp15.000 untuk porsi besar dan Rp13.000 untuk porsi kecil," tegasnya.

Ia kemudian memerinci alokasi kedua porsi tersebut. Porsi besar dengan anggaran Rp15.000 diperuntukkan bagi ibu hamil, tenaga pendidik, serta siswa mulai dari kelas 4 Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang di atasnya.

Sementara itu, porsi kecil dengan anggaran Rp13.000 akan dibagikan kepada kelompok balita hingga siswa kelas 3 SD.

Baca Juga: DPR Minta Instruksi Presiden Soal Pelajaran Bahasa Prancis Diterapkan Bertahap

"Anggaran tersebut sudah mencakup uang operasional, insentif, dan pemenuhan bahan baku," pungkas Sony. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Delapan orang diperiksa intensif dan rua...

news | 11:23 WIB

Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU PFII menjadi Undang-Undang. Beleid ini mengatur kawasan bebas pajak, lembag...

news | 11:19 WIB

Dinas ESDM mencatat luas wilayah tambang berizin (IUP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencapai 299,86 hektare yang dike...

news | 09:52 WIB

Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari PWI Pusat terhadap pengacara berinisial HP terkait dugaan tinda...

news | 09:48 WIB

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons OTT KPK terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Ia mengi...

news | 07:30 WIB