Hampir 90 Hari, Warga Teheran Turun ke Jalan Dukung Pemerintah Iran Lawan AS-Israel

Ratusan warga Teheran, Iran, konsisten turun ke jalan selama hampir 90 hari. Mereka menegaskan dukungan penuh pada pemerintah dan menolak ancaman AS-Israel.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:53 WIB
Arsip - Sejumlah warga menghadiri upacara pemakaman Alireza Tangsiri, komandan utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang merupakan korban serangan udara Amerika dan Israel di Teheran, Iran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa)

Arsip - Sejumlah warga menghadiri upacara pemakaman Alireza Tangsiri, komandan utama Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang merupakan korban serangan udara Amerika dan Israel di Teheran, Iran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati/aa)

Matamata.com - Warga Teheran kembali memadati alun-alun pusat ibu kota Iran pada Sabtu (30/5). Aksi turun ke jalan yang telah berlangsung selama hampir 90 hari ini digelar sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, di tengah mandeknya perundingan pascaserangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Kami turun ke jalan untuk mendukung pemerintah dan angkatan bersenjata kami. Ya, gencatan senjata telah diumumkan, tetapi sampai ancaman perang bagi negara kami benar-benar hilang, kami akan tetap berada di alun-alun," ujar salah satu demonstran, Fatima Rahmani, kepada kantor berita RIA Novosti.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan keluarga berkumpul di Lapangan Valiasr, pusat kota Teheran. Dalam protes harian tersebut, massa mengibarkan bendera nasional Iran dan simbol gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah. Mereka juga riuh meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel.

Selain di Lapangan Valiasr, aksi serupa dilaporkan berlangsung di sejumlah titik penting lainnya di Teheran.

Untuk menjaga keberlangsungan aksi, warga mendirikan tenda-tenda di sepanjang jalan lingkar kota. Di beberapa tenda, para teolog tampak memberikan ceramah. Sementara di tenda lainnya, warga secara swadaya menyajikan teh untuk demonstran, hingga menggambar kartun yang menyindir konfrontasi AS dan Israel.

Sentimen anti-AS juga terlihat jelas dari fasilitas kota. Pemerintah setempat memasang poster besar di fasad sebuah bangunan yang menggambarkan wajah mirip Presiden AS Donald Trump. Uniknya, bagian bibir pada gambar tersebut secara simbolis dibuat "tertutup" oleh visual Selat Hormuz.

Ketegangan di kawasan ini meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menjatuhkan korban sipil.

Meski Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu sejak 7 April, pembicaraan damai selanjutnya di Islamabad berakhir buntu. Kondisi kian memanas setelah Amerika Serikat memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Saat ini, Presiden AS Donald Trump dilaporkan memperpanjang penghentian permusuhan sementara (jeda kemanusiaan). Langkah ini diambil guna memberikan waktu bagi Iran untuk mengajukan proposal perdamaian yang baru. (Antara)

Baca Juga: Saling Sandera Kesepakatan, Iran Tuntut AS Hentikan Sikap Plinplan dan Tuntutan Berlebihan

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengungkap dua modus utama yang kerap digunakan calon jamaah haji nonp...

news | 13:59 WIB

Iran menegaskan kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS) terganjal tuntutan berlebihan dari Washington. Simak krono...

news | 09:52 WIB

Pemerintah menyiapkan 24 ribu hektare lahan di Jawa untuk megaproyek PLTS 100 GW target Presiden Prabowo. Investasi temb...

news | 18:52 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan 29.400 dapur program Makan Bergizi Gratis lolos verifikasi. BGN jamin efisiensi an...

news | 18:47 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang membuahkan 4 kesepak...

news | 17:15 WIB

Komisi X DPR RI meminta Kemendikdasmen menerapkan instruksi Presiden Prabowo Subianto soal pelajaran bahasa Prancis di s...

news | 16:15 WIB

Kementerian ATR/BPN membeberkan alur resmi jual beli tanah dan syarat balik nama sertifikat. Simak panduan lengkap dan c...

news | 15:15 WIB

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan pelibatan TNI AD dalam mengatasi aksi begal adalah sah lewat aturan OMSP...

news | 14:00 WIB

Ahli gizi Uhamka sebut fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kelompok 3B (ibu hamil, menyusui, balita) sangat st...

news | 13:30 WIB

Kemkomdigi resmi mewajibkan registrasi kartu SIM (nomor HP) baru menggunakan biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Prosesny...

news | 12:45 WIB