Jatim Gandeng BRIN, Percepat Hilirisasi Riset Kesehatan hingga Ketahanan Pangan

Pemprov Jatim memperkuat kolaborasi dengan BRIN untuk mempercepat hilirisasi riset di sektor kesehatan dan pangan, termasuk penggunaan teknologi implan tulang di RSUD Dr. Soetomo.

Elara | MataMata.com
Senin, 11 Mei 2026 | 10:30 WIB
Jatim Gandeng BRIN, Percepat Hilirisasi Riset Kesehatan hingga Ketahanan Pangan

Jatim Gandeng BRIN, Percepat Hilirisasi Riset Kesehatan hingga Ketahanan Pangan

matamata.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi memperkuat kolaborasi riset dan hilirisasi inovasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset di wilayahnya.

“Langkah ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Senin (11/5/2026).

Khofifah menekankan bahwa hasil riset, pengembangan, dan pengkajian teknologi tidak boleh berhenti di atas kertas. Kontribusi nyata diperlukan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Ia menilai Jawa Timur memiliki peluang besar mempercepat hilirisasi karena BRIN mengantongi sekitar 6.000 kekayaan intelektual di berbagai sektor.

“Poin terpenting adalah bagaimana hasil riset dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah sektor kesehatan. Khofifah membidik kolaborasi antara BRIN dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya, khususnya untuk penggunaan material medis hasil riset dalam negeri.

“BRIN memiliki produk unggulan bernama Implan Tulang, solusi material berkualitas tinggi untuk rekonstruksi tulang akibat cedera. Teknologi kesehatan seperti ini yang ingin kami sasar untuk kolaborasi,” jelas Khofifah.

Selain kesehatan, sektor ketahanan pangan juga menjadi prioritas. Khofifah menyoroti inovasi food saver milik BRIN yang mampu menjaga kualitas komoditas pangan tetap awet dalam jangka waktu lama di gudang penyimpanan.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menyambut baik dukungan penuh dari Pemprov Jatim. Ia menegaskan komitmen BRIN untuk membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan pemerintah daerah.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur. Kami akan terus mengembangkan teknologi berdasarkan masukan strategis di lapangan agar hasilnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Arif. (Antara)

Baca Juga: DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Legislatif, Ini Alasannya

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian Komunikasi dan Digital bersama 4 instansi memperkuat sinergi pengelolaan SP4N-LAPOR! dengan prinsip No Wrong...

news | 20:33 WIB

Pemprov DKI Jakarta menargetkan renovasi 8 sekolah rusak pada 2026. Anggaran Rp249 miliar disiapkan untuk 4 lokasi prior...

news | 20:13 WIB

Perum Bulog menyalurkan 60 ribu ton beras premium non-subsidi ke pasar dan ritel nasional untuk mengejar target 300 ribu...

news | 20:05 WIB

Pakar hukum Said Bakhri menilai kekayaan tidak wajar (illicit enrichment) seharusnya tidak diatur dalam RUU Perampasan A...

news | 12:15 WIB

Indonesia menolak tegas tudingan pelanggaran HAM sistematis di Papua dalam Sidang Umum PBB ke-81. Kemlu RI tegaskan pene...

news | 11:30 WIB