Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran

Utusan khusus AS Steve Witkoff kunjungi Israel besok. Fokus utama: koordinasi serangan militer ke Iran di tengah ancaman armada besar Donald Trump.

Elara | MataMata.com
Selasa, 03 Februari 2026 | 08:15 WIB
Arsip foto - Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff . (ANTARA/Anadolu/py)

Arsip foto - Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff . (ANTARA/Anadolu/py)

Matamata.com - Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dijadwalkan mengunjungi Israel pada Selasa (3/2) waktu setempat. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat keamanan senior di tengah memuncaknya ketegangan antara AS dan Iran.

Laporan Channel 13 Israel pada Senin menyebutkan bahwa misi utama Witkoff adalah mengoordinasikan posisi Washington dan Tel Aviv terkait potensi langkah militer terhadap Teheran.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kepala Staf Umum Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Eyal Zamir, dengan pejabat senior AS di Washington akhir pekan lalu. Fokus pembicaraan keduanya tetap berpusat pada ancaman nuklir dan militer Iran.

Media publik Israel, KAN, melaporkan bahwa saat ini Israel dan AS bertindak dalam "koordinasi penuh." Pihak Israel dikabarkan berharap mendapatkan peringatan dini jika Washington memutuskan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Ancaman "Armada Besar" Trump Situasi di kawasan semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah "armada besar" militer sedang bergerak menuju perairan Iran. Trump menegaskan langkah ini diambil untuk menekan Teheran agar bersedia merundingkan kesepakatan nuklir yang "adil dan setara."

Trump juga mengeluarkan peringatan keras. Jika kesepakatan tidak tercapai, ia mengancam serangan AS berikutnya akan jauh lebih dahsyat dibandingkan konfrontasi sebelumnya.

Upaya diplomasi melalui kunjungan Witkoff ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menentukan apakah eskalasi ini akan berujung pada konfrontasi terbuka atau kesepakatan baru di meja perundingan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi siswa SRMP 21 Manado yang meraih medali emas di Kejuaraan Wushu Nasional 2026. Bukt...

news | 19:08 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera menginvestigasi kasus ...

news | 19:06 WIB

Kementerian Kebudayaan menggelar lomba video kreatif 'Aku dan Budayaku' untuk Gen Z. Cek syarat, jadwal pendaftaran, dan...

news | 14:38 WIB

Ketua DPP PDIP Said Abdullah usulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ideal 6 persen dan berlaku berjenja...

news | 14:33 WIB

Anggota DPR RI meninjau gudang Bulog Sumut dan memastikan stok beras 63.000 ton aman untuk 5 bulan ke depan guna antisip...

news | 14:06 WIB

KPK panggil kembali Staf Ahli Menhub Robby Kurniawan sebagai saksi kasus dugaan suap proyek DJKA Kemenhub setelah sempat...

news | 13:21 WIB

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan menekankan pentingnya prinsip 3M dan 5 kebijakan strategis Kemendikdasmen d...

news | 11:27 WIB

Polda Metro Jaya periksa saksi dari Ditjen Perkeretaapian dan Dinas PU terkait kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur y...

news | 10:50 WIB

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi gelar pertemuan di Jakarta untuk penandatan...

news | 10:43 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut program BSPS 2026 yang menyasar 33.000 unit rumah menjadi kunci penurun...

news | 09:49 WIB