Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa

Dubes Rusia Sergei Tolchenov ajak pelajar Indonesia kuliah di MGIMO melalui jalur beasiswa. Cek peluang beasiswa S1 hingga S3 di kampus diplomat Rusia ini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 03 Februari 2026 | 06:00 WIB
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov memberikan sambutan pada MGIMO Day di Jakarta, Senin (2/2/2026). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov memberikan sambutan pada MGIMO Day di Jakarta, Senin (2/2/2026). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

Matamata.com - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mendorong lebih banyak pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Rusia, khususnya di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO). Kampus bergengsi di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Rusia tersebut kini membuka peluang beasiswa yang lebih luas.

Tolchenov mengungkapkan bahwa mulai tahun ini, MGIMO menyediakan tambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

“Saya sangat senang jika semakin banyak pelajar Indonesia menjadi mahasiswa MGIMO. Mulai tahun ini tersedia lebih banyak beasiswa untuk program sarjana, magister, dan doktor,” ujar Tolchenov dalam acara MGIMO Day di Rumah Rusia, Jakarta, Senin (2/2).

Ia menjelaskan bahwa setiap tahunnya Pemerintah Rusia menyediakan ratusan beasiswa bagi pelajar Indonesia. Tolchenov berharap MGIMO dapat meningkatkan kontribusinya dalam skema tersebut melalui penguatan kerja sama institusional dengan pihak Indonesia.

Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di MGIMO akan memperluas kesempatan generasi muda meraih pendidikan berkualitas di bidang hubungan internasional dan diplomasi. Ia memproyeksikan para lulusan MGIMO asal Indonesia kelak mampu berperan aktif di forum global seperti BRICS dan organisasi multilateral lainnya.

“Para alumni nantinya juga dapat berkontribusi mempromosikan hubungan bilateral Rusia dengan Indonesia,” tambah Tolchenov, yang juga merupakan alumnus universitas tersebut.

Sebagai informasi, MGIMO dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Rusia dengan fokus utama pada kebijakan luar negeri dan urusan publik global. Pendidikan di kampus ini dinilai sangat relevan bagi calon diplomat Indonesia dalam memahami dinamika politik internasional.

Acara MGIMO Day di Jakarta sendiri dihadiri oleh ratusan pelajar dan akademisi. Kegiatan promosi pendidikan internasional ini juga digelar secara serentak di berbagai negara Asia sebagai bagian dari strategi global Rusia dalam sektor pendidikan. (Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kemensos siap meluluskan 453 siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat tahun ini. Simak target ambisius pemerintah tampung 5...

news | 16:12 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan realisasi anggaran revitalisasi sekolah 2026 telah mencapai Rp2,6 triliun. Simak st...

news | 15:08 WIB

Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong PSEL Palembang mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari. Proyek yang ditargetkan ra...

news | 15:00 WIB

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak Kemenag memperketat izin dan pengawasan pesantren buntut kasus keker...

news | 14:06 WIB

TNI AD dan Kemenko Pangan resmi berkolaborasi dalam mengelola sampah nasional. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak soroti d...

news | 12:55 WIB

Menag Nasaruddin Umar menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual di pesantren. Kemenag bentuk Satuan P...

news | 12:26 WIB

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sektor industri pengolahan seperti nikel dan aluminium mendominasi 82,25% pa...

news | 11:56 WIB

Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia melonjak tajam. Wamenaker Afriansyah Noor tegaskan komitmen Kemnaker siapkan S...

news | 11:46 WIB

KPK terus mendalami kasus korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Penyidik kini fokus menelusuri transaksi penu...

news | 09:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto merestui 7 strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat nilai tukar rupiah, termasuk membatas...

news | 08:15 WIB