Kejar Target Sebelum Ramadan, Dua Puskesmas Darurat di Aceh Segera Rampung

Kementerian PU kebut pembangunan Puskesmas Darurat Lokop dan Laklak di Aceh pasca-banjir bandang. Target rampung Februari 2026 sebelum Ramadan.

Elara | MataMata.com
Senin, 02 Februari 2026 | 09:15 WIB
Kejar Target Sebelum Ramadan, Dua Puskesmas Darurat di Aceh Segera Rampung

Kejar Target Sebelum Ramadan, Dua Puskesmas Darurat di Aceh Segera Rampung

matamata.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan dua puskesmas darurat di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang tetap berjalan optimal meski fasilitas permanen mengalami kerusakan berat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan fasilitas kesehatan merupakan prioritas utama dalam upaya kemanusiaan pascabencana. Dua titik utama pembangunan ini berada di Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Aceh Timur.

"Dalam kondisi darurat, pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti. Puskesmas darurat ini kami bangun agar masyarakat tetap mendapatkan layanan yang layak, sekaligus memberikan ruang kerja aman bagi para tenaga medis," ujar Dody dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/2).

Target Rampung Sebelum Ramadan Berdasarkan data progres fisik per 29 Januari 2026, pembangunan Puskesmas Darurat Lokop di Desa Jering, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, menunjukkan kemajuan signifikan. Sejak dimulai pada 15 Januari lalu, progres fisik telah mencapai 75 persen.

Pemerintah menargetkan puskesmas ini selesai pada Februari 2026, sehingga bisa digunakan sepenuhnya sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian (finishing) bangunan agar segera dapat difungsikan.

Sementara itu, untuk Puskesmas Darurat Laklak di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, progres pembangunan telah mencapai 35 persen. Pengerjaan yang dimulai sejak 23 Januari 2026 ini tengah fokus pada instalasi sanitasi dan penguatan rangka struktur.

Pulihkan Layanan yang Terhambat Sebelumnya, pelayanan kesehatan di kedua wilayah tersebut sempat terkendala akibat kerusakan bangunan yang tertimbun lumpur dan material banjir. Tenaga medis terpaksa bekerja di ruang terbatas setelah melakukan pembersihan darurat.

Kementerian PU memastikan seluruh pembangunan puskesmas darurat ini memenuhi standar teknis yang memadai agar pelayanan kesehatan dapat kembali normal, aman, dan berkelanjutan. Penataan ini diharapkan menjadi solusi sementara yang tangguh sebelum rehabilitasi fasilitas permanen dilakukan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kementerian ESDM menyalurkan 48 genset dan mendirikan 30 posko bencana untuk menunjang fasilitas kesehatan pascagempa bu...

news | 10:15 WIB

Polda Metro Jaya mengerahkan 4.274 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI dan kawasan ...

news | 09:26 WIB

DPR RI tetap menggelar Rapat Paripurna pembahasan RUU Perampasan Aset di tengah aksi demo 27 Agustus. Puan Maharani imba...

news | 09:22 WIB

Gubernur Kalsel Muhidin instruksikan penanganan konkret karhutla di Banjarbaru. BPBD catat 1.903 kejadian karhutla hingg...

news | 07:00 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak alumni HMI menjaga solidaritas dan jaringan...

news | 16:30 WIB