Akses Putus Akibat Bencana, TNI AD Rampungkan Jembatan Bailey di Langkat

TNI AD berhasil merampungkan jembatan Bailey di Langkat, Sumatera Utara, untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat putus akibat bencana.

Elara | MataMata.com
Selasa, 27 Januari 2026 | 08:15 WIB
Jembatan bailey yang dibangun TNI AD selesai dibangun, Senin (26/1/2026). Jembatan ini menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dengan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (ANTARA/Ho-Humas TNI AD)

Jembatan bailey yang dibangun TNI AD selesai dibangun, Senin (26/1/2026). Jembatan ini menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dengan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (ANTARA/Ho-Humas TNI AD)

Matamata.com - Personel TNI Angkatan Darat berhasil menuntaskan pembangunan jembatan bailey yang menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa (Kecamatan Wampu) dengan Desa Banjaran Raya (Kecamatan Padang Tualang), Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (26/1/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi solusi cepat untuk memulihkan jalur darat yang sebelumnya terputus total akibat terjangan bencana.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

"Ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana," ujar Donny saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1).

Jembatan rangka baja portabel tipe Bailey 2-1 tersebut memiliki spesifikasi panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter. Struktur ini dipastikan kuat untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Donny menegaskan, dengan beroperasinya jembatan ini, kegiatan sosial dan denyut perekonomian warga di kedua desa yang sempat lumpuh kini kembali berjalan normal.

Selain di Langkat, TNI AD tengah menggenjot pembangunan jembatan secara serentak di beberapa titik bencana lainnya di wilayah Aceh dan Sumatera Barat. Di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, misalnya, progres pembangunan jembatan dilaporkan telah mencapai 39 persen.

"Dengan adanya upaya pembangunan jembatan secara serentak di seluruh lokasi bencana, kami berharap pemulihan wilayah pascabencana bisa berjalan cepat dan maksimal," pungkas Donny. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pangkas jumlah BUMN dari 1.000 menjadi 250 perusahaan demi efisiensi anggaran dan ...

news | 13:48 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mengumpulkan rektor se-Indonesia Timur untuk perkuat riset dan pendanaan inovasi pertanian de...

news | 13:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ingin rutin bertemu rektor dan profesor sebulan sekali untuk menyerap masukan sains...

news | 13:32 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif impor 100 persen bagi negara Eropa yang nekat menerapkan pajak...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya ruang kreatif komunitas dalam menjaga kelestarian tradisi, merujuk pa...

news | 10:45 WIB

Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan 2026 di JCC member...

news | 09:30 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengalihkan hadiah sayembara Rp250 juta kepada keluarga korban penyekapan. Pemprov Jabar jug...

news | 07:30 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkomitmen mendukung seni tradisi Lengger Banyumas menembus panggung internasional demi me...

news | 06:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menambah penempatan dana pemerintah (SAL) hingga Rp400 triliun di bank Himbara de...

news | 16:22 WIB

Kementerian ESDM sempat menahan ekspor batu bara demi mengamankan pasokan listrik PLN. Kini ekspor normal kembali dan pe...

news | 16:04 WIB