Karhutla Kalsel Tembus 9.088 Hektare, Gubernur Muhidin Instruksikan Langkah Konkret

Gubernur Kalsel Muhidin instruksikan penanganan konkret karhutla di Banjarbaru. BPBD catat 1.903 kejadian karhutla hingga akhir Agustus 2026.

Elara | MataMata.com
Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Karhutla Kalsel Tembus 9.088 Hektare, Gubernur Muhidin Instruksikan Langkah Konkret

Karhutla Kalsel Tembus 9.088 Hektare, Gubernur Muhidin Instruksikan Langkah Konkret

matamata.com - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin, meminta seluruh pemangku kepentingan segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan langkah konkret di lapangan. Penanganan difokuskan pada penyelesaian kendala pasokan air di wilayah prioritas, khususnya Kota Banjarbaru.

“Persoalan ketersediaan air harus segera ditangani karena menjadi salah satu kendala utama pemadaman karhutla di sejumlah kawasan,” ujar Muhidin usai menghadiri Rakor Penanganan Karhutla di Posko Pantau Pengayuan, Liang Anggang, Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).

Muhidin menegaskan, hasil koordinasi tidak boleh berhenti sebagai wacana di meja rapat, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Penanganan karhutla saat ini diarahkan pada tiga kawasan krusial di Kota Banjarbaru, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan Landasan Ulin.

Guna memutus rantai kebakaran berulang setiap musim kemarau, Pemprov Kalsel menyiapkan strategi jangka panjang.

“Kita membangun sistem permanen yang mampu memutus siklus kebakaran berulang melalui jaminan ketersediaan air, perendaman lahan, penempatan pompa, hingga penyediaan kolam biofloc portable,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menginstruksikan percepatan pemadaman saat titik api membesar. Opsi penggunaan helikopter pemadam (water bombing) akan dikerahkan jika kondisi serta status darurat memenuhi syarat. Ia turut mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan temuan titik api sehingga petugas bisa bertindak sebelum api meluas.

“Target penanganan karhutla bukan hanya memastikan api padam saat ini, tetapi membangun sistem air, penyiapan peralatan, kesiapan personel, dan pola pencegahan agar kebakaran sulit terulang pada kemarau berikutnya,” tambah Muhidin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel per 25 Agustus 2026, total kejadian karhutla di provinsi tersebut telah mencapai 1.903 kasus dengan luas area terdampak mencapai 9.088 hektare.

Kabupaten Banjar menjadi wilayah terparah dengan 388 kejadian (2.037,72 hektare), disusul Kabupaten Tanah Laut dengan 301 kejadian (1.661,77 hektare), dan Kota Banjarbaru sebanyak 360 kejadian (1.398,40 hektare).

Wilayah lain yang turut mencatatkan angka karhutla tinggi di antaranya Hulu Sungai Selatan (246 kejadian/1.171,63 ha), Tapin (151 kejadian/861,75 ha), Barito Kuala (132 kejadian/803,20 ha), Hulu Sungai Utara (93 kejadian/507,78 ha), Hulu Sungai Tengah (57 kejadian/153,61 ha), Tanah Bumbu (48 kejadian/150,35 ha), Tabalong (29 kejadian/135,13 ha), serta Kotabaru (42 kejadian/40,42 ha). (Antara)

Baca Juga: Perankan Hajime Kondoh di Film 'Baby Udon', Ini Alasan Denny Sumargo

×
Zoomed
TERKINI

Gubernur Kalsel Muhidin instruksikan penanganan konkret karhutla di Banjarbaru. BPBD catat 1.903 kejadian karhutla hingg...

news | 07:00 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak alumni HMI menjaga solidaritas dan jaringan...

news | 16:30 WIB

Pemerintah menyiapkan sistem pembatasan Pertalite untuk desil 9 dan 10 seiring pembenahan data DTSEN oleh BPS. Simak atu...

news | 16:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memastikan bantuan penanganan bencana Rp20 miliar per kabupaten di NTT telah cair. BNPB tegask...

news | 15:30 WIB

Polda Metro Jaya dan Bank Mandiri mengaktifkan kembali rekening milik aktivis Pati, Supriyono, yang sempat ditunda trans...

news | 15:12 WIB