Kemenag Perkenalkan Konsep Ekoteologi di Forum Internasional Mesir

Kemenag bawa konsep Ekoteologi ke forum internasional di Mesir. Simak bagaimana peran agama Islam menjawab krisis lingkungan dan kemanusiaan global.

Elara | MataMata.com
Minggu, 01 Februari 2026 | 15:15 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Lubenah Amir dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Mesir. ANTARA/HO-Kemenag

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Lubenah Amir dalam seminar internasional yang digelar pada rangkaian Cairo International Islamic Book Fair di Mesir. ANTARA/HO-Kemenag

Matamata.com - Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran strategis agama sebagai sumber harmoni sosial dalam seminar internasional di rangkaian Cairo International Islamic Book Fair, Mesir.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Lubenah Amir, menegaskan bahwa agama memiliki peran kunci dalam menjawab tantangan global, terutama krisis ekologis dan kemanusiaan yang saat ini saling berkaitan.

“Dunia modern tengah menghadapi krisis yang saling memengaruhi: krisis ekologis, krisis kemanusiaan, krisis makna, hingga krisis kepercayaan,” ujar Lubenah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut Lubenah, agama tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai praktik ritual atau identitas formal. Sebaliknya, agama harus hadir sebagai kekuatan moral yang memperbaiki hubungan manusia dengan sesama, dengan Tuhan, dan dengan alam semesta.

Rahmat bagi Alam sebagai Landasan Lubenah menjelaskan, inti ajaran Islam adalah rahmat atau kasih sayang universal yang melampaui batas ruang dan waktu. Konsep ini menjadi landasan teologis bagi pengembangan ekoteologi dan pembangunan berkelanjutan berbasis agama di Indonesia.

“Pesan Islam sejak awal bersifat universal dan kosmik. Rahmat tidak hanya ditujukan kepada manusia, tetapi kepada seluruh alam,” tegasnya di hadapan peserta seminar internasional tersebut.

Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan dalam praktik kehidupan modern. Nilai-nilai universal tersebut seringkali mengalami fragmentasi atau terputus dari kepekaan terhadap kerusakan lingkungan.

Implementasi Kebijakan Guna mengatasi hal tersebut, Kemenag berkomitmen menyulam kembali nilai-nilai luhur agama agar tidak sekadar menjadi wacana normatif, tetapi menjadi spirit dalam perilaku sosial dan kebijakan publik.

“Layanan keagamaan saat ini dirancang agar tidak berhenti pada aktivitas ritual, tetapi juga implementatif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan,” tambah Lubenah.

Langkah ini mempertegas posisi Indonesia di forum internasional sebagai negara yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan cinta kasih dalam setiap prioritas kebijakan keagamaannya. (Antara)

Baca Juga: Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah China menyatakan keterkejutannya atas keputusan Pemerintah Israel yang memberikan kewenangan penuh kepada mil...

news | 17:18 WIB

Pemerintah Iran secara resmi akan menuntut kompensasi dari Uni Emirat Arab (UEA) atas kerusakan yang dipicu oleh seranga...

news | 17:09 WIB

Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran menyebut nilai-nilai Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai perekat kerukunan...

news | 17:03 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana targetkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kualitas bintang lima dengan harga Rp10 ribu melalu...

news | 13:15 WIB

Wamenham Mugiyanto mendesak transparansi dan koordinasi Polri-TNI dalam kasus kekerasan aktivis KontraS Andrie Yunus aga...

news | 12:00 WIB

Ketua DMI Jusuf Kalla mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Bersama Menlu 8 negara, JK mendesak pembukaan akses...

news | 10:00 WIB

Wamen ESDM Yuliot meresmikan pengaliran gas pipa Cisem 2 sepanjang 302 km. Proyek ini menjamin kepastian energi industri...

news | 09:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya berdiskusi dengan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto untuk menyusun strategi internasionalisasi Ba...

news | 08:00 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan kolaborasi lintas sektor dan penghapusan biaya BPHTB/PBG bagi MBR sebagai solusi percep...

news | 07:00 WIB

Pelangi di Mars adalah film fiksi ilmiah Indonesia dengan visual memukau dan kolaborasi ratusan kreator yang menetapkan ...

news | 06:31 WIB