RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace

Indonesia suarakan keprihatinan mendalam atas serangan Israel di Gaza. Presiden Prabowo tempuh diplomasi jalur tertutup melalui Board of Peace demi kemerdekaan Palestina.

Elara | MataMata.com
Senin, 02 Februari 2026 | 12:15 WIB
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace

RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace

matamata.com - Pemerintah Republik Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan Israel di Jalur Gaza yang terjadi sejak Sabtu (31/1/2026). Menanggapi hal tersebut, Jakarta memastikan telah menempuh langkah diplomasi melalui jalur organisasi internasional, Board of Peace (BoP).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk tetap konsisten membela hak-hak rakyat Palestina.

"Tentu kita prihatin dengan serangan tersebut. Bagaimanapun juga, komitmen bangsa Indonesia adalah terus berupaya membantu saudara-saudara kita di Gaza dan Palestina," ujar Prasetyo di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prasetyo menambahkan, Presiden tetap menempatkan isu kemanusiaan Palestina sebagai pilar utama kebijakan luar negeri Indonesia, sesuai dengan mandat konstitusi.

Terkait langkah konkret merespons situasi terkini di Gaza, Prasetyo mengungkapkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan melalui mekanisme Board of Peace. Namun, ia menekankan bahwa proses tersebut dilakukan melalui saluran diplomatik yang bersifat rahasia.

"Ada (komunikasi), tetapi melalui jalur-jalur tertutup," tegasnya singkat.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo baru saja menandatangani piagam keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace di forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari lalu. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi tawar RI dalam mendorong solusi dua negara (two-state solution) serta stabilisasi kawasan Timur Tengah.

Situasi di Gaza sendiri kian mencekam. Berdasarkan laporan Al Jazeera, setidaknya 31 orang tewas akibat serangan udara Israel sejak Sabtu pagi. Ironisnya, kekerasan ini pecah hanya sehari sebelum jadwal pembukaan kembali Penyeberangan Rafah—akses vital yang menghubungkan Gaza dan Mesir—yang direncanakan menjadi pembukaan pertama sejak Mei 2024. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Film Dan Bandung menggelar special screening di XXI Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta (8/8/2026), dan disambut antusias penon...

news | 17:14 WIB

Film Dan Bandung menggelar special screening di XXI Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta (8/8/2026), dan disambut antusias penon...

news | 17:13 WIB

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB