Al-Quran Produksi Indonesia Rambah Pasar Mesir, Kemenag Teken MoU dengan 4 Mitra Strategis

Kemenag gandeng 4 lembaga di Mesir dalam CIBF 2026 untuk distribusi Al-Quran dan literasi Islam moderat. Simak poin penting kerja sama global Indonesia-Mesir.

Elara | MataMata.com
Senin, 02 Februari 2026 | 10:30 WIB
Al-Quran Produksi Indonesia Rambah Pasar Mesir, Kemenag Teken MoU dengan 4 Mitra Strategis

Al-Quran Produksi Indonesia Rambah Pasar Mesir, Kemenag Teken MoU dengan 4 Mitra Strategis

matamata.com - Kementerian Agama (Kemenag) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat lembaga penerbitan dan distribusi besar di Mesir. Kesepakatan yang diteken dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan global dan diplomasi Al-Quran Indonesia.

Kepala Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ismail Nur, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas literasi keislaman di tingkat internasional.

“Seluruh MoU mencakup bidang percetakan, penerbitan, distribusi mushaf Al-Quran, serta penguatan literasi dan pemikiran keislaman,” ujar Ismail dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2).

Adapun empat mitra Mesir yang menjalin kolaborasi dengan UPQ adalah United Egypt Company for Trading and Individual Investment, Aldiplomasy.com (Edisi Arab–Inggris), Dar-Mobdioun for Publishing and Distribution, serta United Arab Foundation.

Bawa Misi Islam Moderat Ismail menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya soal produksi fisik kitab suci, tetapi juga membawa misi penguatan pemikiran Islam moderat. Kemenag ingin memastikan masyarakat di Mesir dan kawasan sekitarnya mendapatkan akses terhadap mushaf Al-Quran Indonesia yang berkualitas dan terverifikasi.

"Kami ingin menguatkan peran Indonesia sebagai aktor global dalam diplomasi Al-Quran. Selain itu, MoU ini membuka ruang dialog peradaban melalui pameran buku, seminar internasional, hingga forum ilmiah lintas negara," jelasnya.

Pintu Masuk Pasar Timur Tengah Kesepakatan ini berlaku selama tiga tahun mulai 2026. Penandatanganan ini memiliki arti penting bagi posisi Indonesia sebagai pusat rujukan percetakan Al-Quran profesional yang memenuhi standar internasional.

Ismail berharap kerja sama ini menjadi jalur distribusi resmi dan berkelanjutan bagi produk literasi Indonesia di Timur Tengah. "Ini adalah pintu masuk bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik pameran internasional maupun pertukaran keahlian teknis percetakan mushaf," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemprov DKI Jakarta berencana memberangkatkan dua pelajar Duta Antihoaks 2026 ke luar negeri untuk mempelajari literasi ...

news | 15:15 WIB

Mentan Amran Sulaiman meminta polisi usut tuntas kasus kecurangan beras SPHP dan fortifikasi di Sumut dan Pasuruan demi ...

news | 14:30 WIB

KPK memeriksa 8 saksi (7 pihak swasta & 1 IRT) terkait kasus dugaan korupsi dana siap pakai BNPB penanganan bencana. Sim...

news | 14:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming meninjau RSUD Kondosapata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Gibran menekankan pentingnya kel...

news | 13:30 WIB

Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi Rp2,6 triliun untuk PNM Mekaar dengan bunga flat 8% per tahun. Program ini cair m...

news | 13:19 WIB