Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT

Presiden Prabowo berikan atensi khusus pada kasus siswa SD di NTT yang akhiri hidup. Mensesneg Prasetyo Hadi instruksikan penanganan kemiskinan ekstrem.

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Februari 2026 | 07:15 WIB
Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT

Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT

matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap insiden tragis seorang siswa Sekolah Dasar (SD) yang mengakhiri hidupnya di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan berkomitmen mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah telah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas kementerian.

"Kami mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Bapak Presiden menaruh atensi dan meminta kami berkoordinasi supaya ke depan hal-hal semacam ini dapat kita antisipasi," ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2) malam.

Prasetyo menjelaskan, koordinasi telah dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Fokus utamanya adalah memberikan penanganan terhadap keluarga korban yang diketahui masuk dalam kategori miskin ekstrem (desil-1).

Selain itu, komunikasi juga dijalin dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk mengevaluasi lingkungan sekolah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Mendagri dan Mensos untuk melakukan penanganan terhadap keluarga. Kami ingin memastikan kejadian ini tidak terulang kembali," tegas pria yang akrab disapa Pras tersebut.

Mengenai laporan bahwa keluarga korban tidak menerima bantuan sosial (bansos) akibat kendala administrasi, Prasetyo memilih untuk menunggu hasil investigasi resmi. "Biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian, untuk melakukan pendalaman," tuturnya.

Penguatan Kesehatan Mental dan Kepedulian Sosial Lebih lanjut, Prasetyo menekankan pentingnya sinergi antara lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan mental anak. Menurutnya, edukasi menjadi kunci agar anak-anak berani bersuara saat menghadapi tekanan atau masalah.

"Kita harus meningkatkan kepedulian sosial di setiap tingkatan. Selain faktor keluarga, lingkungan sekolah sangat penting. Kita coba cari semua upaya antisipasi agar anak-anak kita memiliki mental yang kuat," tambahnya.

Sebelumnya, seorang siswa SD di Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya. Korban meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47).

Baca Juga: KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa

Dalam surat yang ditulis dalam bahasa daerah dan telah diterjemahkan, korban meminta sang ibu untuk merelakan kepergiannya dan tidak perlu mencarinya lagi. Diketahui, korban tinggal bersama neneknya, sementara sang ibu bekerja serabutan sebagai orang tua tunggal yang menghidupi lima orang anak.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB