Danantara Bukan Regulator, Pengamat: Kekhawatiran di Pasar Modal Terlalu Dini

Pengamat Farid Subkhan dan CIO Danantara Pandu Sjahrir tegaskan peran Danantara sebagai pemain pasar, bukan regulator. Simak analisisnya terhadap kondisi BEI.

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Februari 2026 | 17:15 WIB
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Patria Sjahrir dalam wawancara cegat di Gedung BEI Jakarta, Senin (2/2/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa/aa.

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Patria Sjahrir dalam wawancara cegat di Gedung BEI Jakarta, Senin (2/2/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa/aa.

Matamata.com - Pengamat ekonomi dan pasar modal, Farid Subkhan, menilai kekhawatiran terhadap dominasi Danantara Indonesia di pasar modal terlalu dini.

Sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), posisi Danantara adalah sebagai pemain pasar strategis (market player), bukan sebagai pengatur kebijakan atau regulator.

"Danantara bukan regulator. Danantara adalah salah satu pemain dalam perekonomian. Kepemilikan saham pada institusi publik berfungsi sebagai investasi untuk mendapatkan keuntungan tertentu," ujar Farid di Jakarta, Kamis (5/2).

Farid menjelaskan bahwa Danantara berfungsi sebagai penggerak (market driver) dan penyeimbang pasar (market balancer).

Kehadirannya justru diharapkan memperkuat daya saing perusahaan negara di kancah global serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, baik di sektor riil maupun keuangan.

Praktik Lazim di Dunia Internasional Terkait penyertaan saham Danantara di Bursa Efek Indonesia (BEI), Farid menyebut hal tersebut sebagai praktik investasi yang sangat lazim dilakukan oleh SWF negara maju.

Ia mencontohkan Temasek di Singapura yang memiliki saham di Singapore Exchange (SGX), serta Qatar Investment Authority di London Stock Exchange.

Ia pun menegaskan bahwa fungsi pengawasan tetap berada sepenuhnya di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"OJK merupakan otoritas keuangan yang kredibel dan independen. OJK tidak dipengaruhi oleh pemegang saham BEI. Ruang investasi harus dibuka, termasuk bagi institusi besar seperti Danantara, agar BEI lebih kompetitif secara global," tambahnya.

Pasar Mulai Temukan Keseimbangan Senada dengan hal tersebut, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mencatat pergerakan pasar modal dalam beberapa hari terakhir mulai stabil dan menemukan titik keseimbangan baru.

Baca Juga: Xi Jinping Telepon Trump, Tegaskan Taiwan Garis Merah Hubungan China-AS

Setelah sempat mengalami volatilitas, pasar menunjukkan sinyal rebound pada perdagangan hari ini.

"Pergerakan ini mengonfirmasi bahwa pasar tengah melakukan rebalancing berbasis kualitas aset. Tekanan yang terjadi belakangan ini juga bersifat regional dan global, bukan fenomena yang berdiri sendiri di Indonesia," jelas Pandu.

Pandu menegaskan bahwa Danantara beroperasi dengan disiplin yang sama seperti pelaku pasar lainnya.

Saat ini, Danantara terus berkoordinasi dengan regulator, SRO, hingga lembaga internasional seperti MSCI untuk mendukung penguatan tata kelola dan keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia secara berkelanjutan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

BPI Danantara berkolaborasi dengan KPK untuk mengintegrasikan sistem pelaporan pelanggaran (WBS) di seluruh BUMN demi me...

news | 19:05 WIB

Menpora menegaskan kompetisi IBL 2026 yang semakin kompetitif dan melahirkan Bogor Hornbills sebagai juara baru menjadi ...

news | 18:27 WIB

Desainer Gen Z Fajar Novario memenangkan sayembara logo HUT Ke-81 RI pilihan masyarakat dan meraih Rp100 juta. Presiden ...

news | 16:41 WIB

Istana resmi merilis logo HUT Ke-81 RI karya desainer asal Padang. Simak makna filosofisnya dan cek daftar pemenang hadi...

news | 16:16 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penurunan bunga PNM Mekaar jadi 8 persen berlaku untuk semua nasabah. S...

news | 15:55 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan perluasan kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Simak jadwal pendaf...

news | 14:49 WIB

Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal RI per Mei 2026 aman dan terjaga dengan defisit APBN terkendali di angka 0...

news | 14:35 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU demi menjaga daya saing ...

news | 14:28 WIB

Roy Suryo membeberkan dugaan pelanggaran privasi dan prosedur oleh penyidik Polda Metro Jaya saat penangkapan dirinya, d...

news | 12:33 WIB

Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah dan beras petani sepanjang tahun 2026. Hingga Juni, serapa...

news | 09:30 WIB