OJK: Insentif Galangan Kapal Jadi Katalis Positif bagi Industri Asuransi

OJK optimistis insentif pemerintah untuk industri galangan kapal akan mendorong pertumbuhan premi asuransi marine hull dan cargo. Aset asuransi kini tembus Rp1.214 triliun.

Elara | MataMata.com
Selasa, 31 Maret 2026 | 08:15 WIB
Suasana aktivitas di kawasan PT IKI Makassar yang memiliki potensi untuk mendapatkan layanan asuransi. ANTARA/Suriani Mappong

Suasana aktivitas di kawasan PT IKI Makassar yang memiliki potensi untuk mendapatkan layanan asuransi. ANTARA/Suriani Mappong

Matamata.com - Pemerintah tengah menyiapkan rangkaian insentif fiskal dan regulasi untuk memperkuat daya saing industri galangan kapal nasional. Kebijakan ini diyakini tidak hanya memacu sektor maritim, tetapi juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri asuransi di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa kemudahan tersebut bertujuan menekan biaya produksi dan meningkatkan permintaan pembangunan kapal dalam negeri.

"Sinergi kebijakan ini membuat OJK optimistis industri asuransi akan semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor maritim nasional," ujar Ogi dalam keterangan resminya yang diterima di Makassar, Selasa (31/3/2026).

Ogi menjelaskan, peningkatan aktivitas di galangan kapal membuka peluang baru bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan produk spesifik.

Beberapa lini usaha yang diprediksi akan terkerek naik antara lain asuransi marine hull (perlindungan badan kapal), marine cargo (perlindungan barang), serta asuransi terkait operasional pembangunan kapal.

Menurutnya, kebutuhan akan perlindungan risiko akan tumbuh selaras dengan intensitas proyek di galangan. Hal ini memperkuat peran industri asuransi dalam menjaga keberlanjutan usaha di sektor laut.

"Dengan meningkatnya aktivitas di sektor maritim, industri asuransi dapat berperan menyediakan perlindungan risiko yang mendukung keberlanjutan kegiatan usaha," tambahnya.

Optimisme ini didukung oleh performa industri yang solid. Data OJK per Januari 2026 mencatat total aset industri asuransi mencapai Rp1.214,82 triliun, tumbuh 5,96 persen secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada perolehan premi asuransi umum dan reasuransi, yang menjadi modal kuat untuk melakukan ekspansi ke sektor maritim. (Antara)

Baca Juga: KPK Sebut Ketum Kesthuri Diduga Alirkan 406 Ribu Dolar AS ke Stafsus Eks Menag Yaqut

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

BPI Danantara berkolaborasi dengan KPK untuk mengintegrasikan sistem pelaporan pelanggaran (WBS) di seluruh BUMN demi me...

news | 19:05 WIB

Menpora menegaskan kompetisi IBL 2026 yang semakin kompetitif dan melahirkan Bogor Hornbills sebagai juara baru menjadi ...

news | 18:27 WIB

Desainer Gen Z Fajar Novario memenangkan sayembara logo HUT Ke-81 RI pilihan masyarakat dan meraih Rp100 juta. Presiden ...

news | 16:41 WIB

Istana resmi merilis logo HUT Ke-81 RI karya desainer asal Padang. Simak makna filosofisnya dan cek daftar pemenang hadi...

news | 16:16 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penurunan bunga PNM Mekaar jadi 8 persen berlaku untuk semua nasabah. S...

news | 15:55 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan perluasan kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Simak jadwal pendaf...

news | 14:49 WIB

Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal RI per Mei 2026 aman dan terjaga dengan defisit APBN terkendali di angka 0...

news | 14:35 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU demi menjaga daya saing ...

news | 14:28 WIB

Roy Suryo membeberkan dugaan pelanggaran privasi dan prosedur oleh penyidik Polda Metro Jaya saat penangkapan dirinya, d...

news | 12:33 WIB

Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah dan beras petani sepanjang tahun 2026. Hingga Juni, serapa...

news | 09:30 WIB