Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli

Polda Metro Jaya segera periksa saksi ahli terkait kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono usai sang komika dicecar 63 pertanyaan oleh penyidik.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Februari 2026 | 09:30 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Ilham Kausar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Ilham Kausar.

Matamata.com - Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ahli terkait kasus dugaan penistaan agama yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono. Langkah ini diambil setelah polisi merampungkan pemeriksaan terhadap Pandji pada Jumat (6/2) lalu.

"Langkah selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap para ahli," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di Jakarta, Senin (9/2).

Budi menjelaskan, setelah seluruh rangkaian pengumpulan fakta dan keterangan ahli dinilai cukup, penyidik akan segera melakukan gelar perkara. Proses tersebut bertujuan untuk menentukan apakah ditemukan unsur pidana yang kuat untuk meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa total 27 orang, yang terdiri dari pihak pelapor, saksi-saksi, hingga Pandji selaku terlapor. Namun, pihak kepolisian belum merinci identitas para ahli maupun jadwal pasti pemeriksaan tersebut.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono telah memenuhi panggilan penyidik pada Jumat (6/2). Dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.30 WIB tersebut, Pandji dicecar sebanyak 63 pertanyaan.

Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menjelaskan bahwa materi pertanyaan meliputi data pribadi, teknis penyelenggaraan kegiatan, hingga analisis terhadap potongan video dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk "Mens Rea".

"Pertanyaan juga menyinggung soal ibadah shalat, tanggapan mengenai ormas yang menerima konsesi tambang, hingga kejadian di Jawa Barat. Namun, jika merujuk pada laporan, substansinya adalah soal dugaan penistaan agama," jelas Haris di Mapolda Metro Jaya.

Di lokasi yang sama, Pandji Pragiwaksono menyatakan telah kooperatif dalam menjawab seluruh pertanyaan penyidik. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk melakukan penistaan agama seperti yang dituduhkan.

"Saya pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama. Proses tadi berjalan lancar, semua pertanyaan terjawab, dan kami akan mengikuti proses hukum yang berlaku," kata Pandji. (Antara)

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 875/SYP di NTB

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kepala BGN Dadan Hindayana jelaskan mekanisme Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyesuaikan hari sekolah. Simak penjelasa...

news | 14:35 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana SAL Rp100 triliun ke bank (Himbara & BPD) dengan skema fleksibel un...

news | 14:30 WIB

Setjen DPR RI resmi memberlakukan pemadaman listrik gedung mulai pukul 18.00 WIB dan pemangkasan jatah BBM pejabat ASN d...

news | 14:25 WIB

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mempercepat proyek Waste to Energy senilai Rp1 triliun di Banten guna atasi ancaman over...

news | 12:00 WIB

Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di angka 5,11% meski dihanta...

news | 11:00 WIB

Menbud Fadli Zon instruksikan museum lakukan digitalisasi dan perkuat storytelling koleksi agar lebih relevan dan menari...

news | 10:15 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengingatkan pemerintah untuk melakukan verifikasi data penerima ban...

news | 09:30 WIB

KPK menegaskan pengalihan penahanan tersangka korupsi, termasuk kasus mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, murni berdasarka...

news | 08:45 WIB

Pemerintah Malaysia resmi memangkas kuota BBM subsidi RON 95 menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026 untuk cegah ...

news | 05:57 WIB

Mendikdasmen Abdul Muti dipastikan hadir dalam Syawalan Muhammadiyah Sulsel di Makassar pada 28 Maret 2026. Simak rangka...

news | 05:54 WIB