Presiden Pezeshkian: Pembicaraan Iran-AS Langkah Maju Menuju Solusi Damai

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut dialog dengan AS langkah maju menuju damai, namun tegaskan program rudal Iran tetap harga mati dan tak bisa dinegosiasikan.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Februari 2026 | 10:15 WIB
Presiden Pezeshkian: Pembicaraan Iran-AS Langkah Maju Menuju Solusi Damai

Presiden Pezeshkian: Pembicaraan Iran-AS Langkah Maju Menuju Solusi Damai

matamata.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut dimulainya kembali pembicaraan antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS) sebagai "langkah maju" menuju solusi damai. Dialog yang didukung oleh negara-negara kawasan ini menjadi babak baru diplomasi kedua negara di tengah ketegangan yang sempat meningkat.

"Dialog selalu menjadi strategi kami untuk mencapai solusi damai," tulis Pezeshkian melalui akun media sosial X miliknya, Minggu (8/2).

Pezeshkian menekankan bahwa pendekatan Iran terkait isu nuklir tetap berpegang teguh pada hak-hak yang dijamin dalam Perjanjian Non-Proliferasi (NPT). Ia juga mengirimkan pesan diplomasi yang tegas kepada Washington. "Kami menanggapi rasa hormat dengan rasa hormat, tetapi kami tidak menerima bahasa kekerasan," tambahnya.

Iran dan AS diketahui melanjutkan diplomasi nuklir secara tidak langsung pada Jumat (6/2). Momentum ini terjadi setelah berminggu-minggu kedua negara terjebak dalam ketegangan tinggi, yang dipicu oleh ancaman tindakan militer dari Presiden AS Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menggambarkan pertemuan awal tersebut sebagai "awal yang baik." Menurutnya, proses diplomasi ini sangat berpotensi berlanjut jika kedua belah pihak mampu mengatasi suasana ketidakpercayaan yang selama ini membeku. Keduanya telah sepakat untuk melanjutkan proses komunikasi di Muscat, Oman.

Meski menunjukkan sikap terbuka pada isu nuklir, Araghchi menegaskan adanya batasan yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak Barat. Ia menyatakan bahwa program rudal Iran tidak akan pernah masuk dalam meja perundingan, baik sekarang maupun di masa depan.

"Program rudal kami terkait dengan urusan pertahanan nasional dan itu tidak dapat dirundingkan," tegas Araghchi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menlu Sugiono mengungkapkan potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Belarus mencapai 500 juta dolar AS, fokus pada sekt...

news | 12:21 WIB

Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq meminta 98 wali kota anggota APEKSI memperkuat ketahanan pangan perkotaan karena 60%...

news | 07:30 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman optimis swasembada pangan RI makin kokoh. Data BPS memproyeksikan produksi beras Januari-Agus...

news | 10:45 WIB

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan Presiden Prabowo Subianto menghormati kemandirian NU ...

news | 06:15 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian besar Polri di HUT ke-80 Bhayangkara, mulai dari penyitaan nark...

news | 16:37 WIB