Panas! China Sebut Kesepakatan Cip AS-Taiwan Langgar Kedaulatan Beijing

Pemerintah China mengecam keras kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan Taiwan.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:15 WIB
Arsip - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. (ANTARA/Desca Lidya Natalia/pri0

Arsip - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. (ANTARA/Desca Lidya Natalia/pri0

Matamata.com - Pemerintah China mengecam keras kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat dan Taiwan. Kesepakatan tersebut mencakup relokasi pabrik semikonduktor dari Taiwan ke AS dengan imbalan penurunan tarif impor, sebuah langkah yang dianggap Beijing melanggar prinsip "Satu-China".

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan China. Beijing menentang segala bentuk perjanjian resmi antara wilayah Taiwan dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China.

"China dengan tegas menentang negosiasi dan penandatanganan perjanjian apa pun yang memiliki konotasi kedaulatan dan bersifat resmi antara wilayah Taiwan dan negara lain," ujar Guo dalam jumpa pers di Beijing, Jumat (16/1/2026).

Investasi Jumbo dan Tekanan Trump Kesepakatan dagang ini mencakup komitmen investasi Taiwan senilai 250 miliar dolar AS (sekitar Rp4.227,2 triliun) di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi AS. Sebagai kompensasi, tarif impor produk Taiwan ke AS diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.

Kesepakatan ini mengakhiri negosiasi alot selama berbulan-bulan, menyusul permintaan Presiden AS, Donald Trump, agar produksi cip global dipindahkan ke negaranya demi memperkuat rantai pasok domestik.

Selain investasi langsung, Taiwan disebut akan menyediakan tambahan jaminan kredit sebesar 250 miliar dolar AS guna membantu perusahaan kecil dalam rantai pasok semikonduktor yang berekspansi ke Negeri Paman Sam tersebut.

Dampak bagi TSMC Raksasa semikonduktor Taiwan, TSMC, sebelumnya telah berkomitmen menginvestasikan 100 miliar dolar AS untuk memperluas bisnisnya di Arizona. Berdasarkan kesepakatan baru ini, produsen cip yang berekspansi di AS akan diberi fasilitas impor semikonduktor tanpa tarif tambahan selama masa konstruksi tertentu.

Di sisi lain, Beijing mendesak Washington untuk kembali mematuhi komitmen diplomatik yang telah disepakati sebelumnya.

"AS perlu sungguh-sungguh mematuhi prinsip Satu-China dan tiga komunike bersama China–AS," tegas Guo Jiakun.

Pemerintah AS sendiri menyatakan bahwa kerja sama dengan Taiwan murni dilakukan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok dan keamanan teknologi strategis di tengah persaingan global yang kian tajam. (Antara)

Baca Juga: Simpan Topeng Emas dan Jejak Prasejarah, Menbud Fadli Zon Siapkan Wajah Baru Situs Pasir Angin

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gus Yahya dan Nusron Wahid beberkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendamaikan konflik Timur Tengah melalui ja...

news | 10:00 WIB

Menaker Yassierli tegaskan THR dan BHR 2026 wajib dibayar tepat waktu. Cek di sini lokasi posko aduan, nomor WhatsApp, d...

news | 09:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto berdiskusi 3 jam dengan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI membahas ancaman geopolitik global ...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan tokoh PBNU, Muhammadiyah, dan MUI di Istana Negara untuk bahas stabilitas nasional d...

news | 07:00 WIB

Menkop Ferry Juliantono menegaskan program Kopdes Merah Putih adalah kunci eksistensi koperasi Indonesia di tengah arus ...

news | 06:15 WIB

Sebanyak 30 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Abu Dhabi akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah ...

news | 14:16 WIB

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri resmi menyerahkan uang senilai Rp58,1 miliar hasil ekseku...

news | 14:10 WIB

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menetapkan kebijakan progresif dalam pengelolaan sampah di Bali. Mu...

news | 13:15 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, mendesak pemerintah untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada raksasa teknologi Meta. L...

news | 12:15 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan bahwa Indonesia tetap mendapatkan ke...

news | 11:45 WIB