Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana, Evaluasi Kinerja dan Persiapan Agenda Nasional

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan hari ini. Bahas evaluasi pengamanan Nataru dan persiapan menyambut Ramadan serta Idulfitri.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Februari 2026 | 12:15 WIB
Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dalam rangka menghadiri undangan Rapat Pimpinan TNI-Polri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). ANTARA/Andi Firdaus

Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dalam rangka menghadiri undangan Rapat Pimpinan TNI-Polri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026). ANTARA/Andi Firdaus

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2) pagi. Pertemuan strategis ini digelar untuk mengevaluasi kinerja jajaran pertahanan dan keamanan serta menyelaraskan langkah strategis pemerintah ke depan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa Rapim ini merupakan agenda rutin awal tahun. Fokus utamanya adalah meninjau kesiapan sektor pertahanan dan keamanan nasional pasca-pengamanan Natal dan Tahun Baru.

"Ini agenda rutin TNI-Polri, kemungkinan besar evaluasi tugas pertahanan dan keamanan, termasuk kesuksesan pengamanan Natal dan Tahun Baru kemarin yang berjalan aman," ujar Tito saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan.

Tito menambahkan bahwa rapat ini juga diperkirakan membahas persiapan pengamanan agenda besar keagamaan yang sudah di depan mata, yakni bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Agenda ini serupa dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah di Sentul sebelumnya, namun kali ini dikhususkan untuk unsur pengamanan.

Senada dengan Mendagri, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa Rapim kali ini diikuti oleh jajaran pimpinan mulai dari tingkat Komandan Kodim (Dandim) ke atas untuk unsur TNI, serta tingkat Kapolres ke atas untuk jajaran Polri.

"Agenda rutin setiap tahun. Kami akan mendapatkan pengarahan langsung dari Presiden terkait evaluasi kinerja dan langkah-langkah strategis ke depan," ungkap Jenderal Maruli.

Lebih lanjut, Maruli menjelaskan bahwa arahan dari Presiden Prabowo akan menjadi pedoman yang ditindaklanjuti secara internal melalui Rapim TNI hingga Rapim Angkatan Darat. "Nanti ada turunan dari petunjuk Presiden mengenai apa yang harus kami lakukan di lapangan," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan di dalam Istana masih berlangsung secara tertutup untuk membahas detail kebijakan pertahanan dan keamanan nasional tahun 2026. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 760 SPPG Program Makan Bergizi Gratis karena tak penuhi sta...

news | 15:39 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah untuk memaksimalkan tindak lanjut atas temua...

news | 14:30 WIB

Presiden Prabowo bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo untuk mempererat hubungan bilateral. Kunjungan ini juga menghasilkan k...

news | 13:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan dukungan penuh pada program BSPS dan 3 juta rumah. Ia menyebut suksesnya program hunian...

news | 12:00 WIB

KPK beri sinyal segera periksa suami dan anak Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq terkait dugaan aliran dana korupsi...

news | 11:45 WIB

Menbud Fadli Zon menyebut film sebagai cermin identitas dan soft power bangsa pada Hari Film Nasional 2026. Simak komitm...

news | 10:30 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasa Garuda layak menang atas Bulgaria di Final FIFA Series 2026 meski kalah 0-1...

news | 09:15 WIB

OJK optimistis insentif pemerintah untuk industri galangan kapal akan mendorong pertumbuhan premi asuransi marine hull d...

news | 08:15 WIB

Ketua BTN Sumardji mengingatkan John Herdman bahwa chemistry pemain adalah kunci utama jika ingin membawa Timnas Indones...

news | 07:15 WIB

KPK menduga Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba mengalirkan uang 406.000 dolar AS ke Gus Alex dalam kasus korupsi kuota haji ...

news | 06:00 WIB