AS dan Iran Pastikan Perundingan Nuklir Digelar di Oman Jumat Besok

AS dan Iran pastikan gelar perundingan nuklir di Muscat, Oman, Jumat besok. Teheran tegaskan tak akan bahas isu pertahanan nasional. Simak selengkapnya.

Elara | MataMata.com
Kamis, 29 Januari 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py

Matamata.com - Amerika Serikat dan Iran mengonfirmasi akan menggelar perundingan nuklir di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2). Pertemuan ini sempat dibayangi ketidakpastian setelah kedua belah pihak terlibat adu argumen mengenai lokasi dan format pertemuan.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi jadwal tersebut pada Rabu waktu setempat. Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan perundingan akan dimulai pukul 10.00 waktu setempat di Muscat.

Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan diplomatik saat Teheran dikabarkan menolak lokasi pertemuan. Media AS, Axios, melaporkan bahwa Washington memberikan pilihan tegas kepada Iran untuk tetap pada format semula atau tidak ada perundingan sama sekali.

Isu Pertahanan Jadi Garis Merah Meskipun sepakat bertemu, Iran memberikan sinyalemen keras mengenai batasan materi perundingan. Teheran keberatan dengan upaya AS yang disebut-sebut ingin memasukkan isu pertahanan dan kemampuan penangkalan militer ke dalam meja perundingan.

"Permintaan ini tidak terkait dengan berkas nuklir, melainkan berkaitan langsung dengan keamanan nasional. Hal ini sama sekali tidak dapat dinegosiasikan," tegas sumber dari kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency.

Iran menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi hanya dalam kerangka nuklir yang jelas dan saling menghormati. Mereka menilai desakan AS untuk mengangkat isu di luar nuklir merupakan hambatan utama dalam mencapai kesepakatan.

Peran Mediator Oman dan Turki Oman kembali mengambil peran vital sebagai mediator dalam kontak tidak langsung antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, Turki juga sempat diusulkan sebagai lokasi pertemuan dan sangat aktif dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Perundingan di Muscat ini berlangsung di tengah suhu politik yang memanas di Teluk Persia. Kehadiran militer AS yang masif serta ancaman aksi militer yang berulang kali dilontarkan Presiden Donald Trump menjadi latar belakang krusial pertemuan ini.

AS dan Israel terus menuding Iran berupaya mengembangkan senjata pemusnah massal. Sebaliknya, Teheran bersikukuh bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai dan pembangkit energi. (Antara)

Baca Juga: Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo demi Selamatkan Satwa

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemerintah China menyatakan keterkejutannya atas keputusan Pemerintah Israel yang memberikan kewenangan penuh kepada mil...

news | 17:18 WIB

Pemerintah Iran secara resmi akan menuntut kompensasi dari Uni Emirat Arab (UEA) atas kerusakan yang dipicu oleh seranga...

news | 17:09 WIB

Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran menyebut nilai-nilai Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai perekat kerukunan...

news | 17:03 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana targetkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kualitas bintang lima dengan harga Rp10 ribu melalu...

news | 13:15 WIB

Wamenham Mugiyanto mendesak transparansi dan koordinasi Polri-TNI dalam kasus kekerasan aktivis KontraS Andrie Yunus aga...

news | 12:00 WIB

Ketua DMI Jusuf Kalla mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Bersama Menlu 8 negara, JK mendesak pembukaan akses...

news | 10:00 WIB

Wamen ESDM Yuliot meresmikan pengaliran gas pipa Cisem 2 sepanjang 302 km. Proyek ini menjamin kepastian energi industri...

news | 09:15 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya berdiskusi dengan Raffi Ahmad dan Yovie Widianto untuk menyusun strategi internasionalisasi Ba...

news | 08:00 WIB

Mendagri Tito Karnavian tegaskan kolaborasi lintas sektor dan penghapusan biaya BPHTB/PBG bagi MBR sebagai solusi percep...

news | 07:00 WIB

Pelangi di Mars adalah film fiksi ilmiah Indonesia dengan visual memukau dan kolaborasi ratusan kreator yang menetapkan ...

news | 06:31 WIB