Kemenkeu Salurkan Investasi Rp897,53 Triliun ke BUMN dan BLU Sejak 2010

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban ungkap investasi pemerintah ke BUMN capai Rp897 triliun sejak 2010. Simak rincian alokasi untuk infrastruktur hingga pangan di sini.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Februari 2026 | 15:15 WIB
Rapat Dengar Pendapat (RDP) BP BUMN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Rapat Dengar Pendapat (RDP) BP BUMN dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Matamata.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total investasi pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Hukum Lainnya (BHL), dan Badan Layanan Umum (BLU) telah mencapai Rp897,53 triliun dalam kurun waktu 2010 hingga 2024.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rionald Silaban, merinci bahwa dana tersebut dialokasikan ke berbagai sektor strategis. Sektor infrastruktur menjadi penerima investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp372,57 triliun.

“Kami rekap, investasi pemerintah kepada BUMN, badan hukum lainnya, dan juga BLU dari 2010–2024 sudah mencapai Rp897 triliun,” ujar Rionald dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan paparan Rionald, berikut adalah rincian alokasi investasi pemerintah sepanjang periode tersebut:

Infrastruktur: Rp372,57 triliun
Pendidikan: Rp154,11 triliun
Perumahan, Wisata, dan Lingkungan: Rp96,45 triliun
Pembiayaan UMKM: Rp91,81 triliun
Transportasi dan Logistik: Rp51,96 triliun
Energi: Rp51,81 triliun

Sektor Lainnya: Mencakup pangan (Rp14,10 triliun), industri pengolahan (Rp8,79 triliun), kesehatan (Rp2 triliun), dan kerja sama internasional (Rp8,04 triliun).

Fokus Investasi 2025: Dukung Astacita Prabowo Rionald menegaskan bahwa mulai 2025, arah investasi pemerintah akan dioptimalkan untuk mewujudkan misi Astacita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utama akan diarahkan pada swasembada pangan, peningkatan kualitas SDM, transportasi massal, dan program pembangunan 3 juta rumah.

Sebagai langkah awal, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai tahun 2025 untuk sejumlah perusahaan pelat merah:

PT SMF: Rp6,68 triliun (Dukungan sektor perumahan)
PT Pelni: Rp2,5 triliun (Dukungan transportasi laut)
PT KAI: Rp1,8 triliun (Dukungan transportasi darat)
PT INKA: Rp473 miliar (Dukungan industri manufaktur kereta api)

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegur BPJS Kesehatan Soal Penonaktifan Mendadak 11 Juta Peserta PBI JKN

"Langkah ini diambil untuk memastikan BUMN dapat menjalankan peran sebagai agen pembangunan secara maksimal," tutup Rionald. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ...

news | 15:50 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti anomali penonaktifan 11 juta peserta PBI JKN pada Februari 2026. BPJS Kesehatan dimin...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto kumpulkan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan hari ini. Bahas evaluasi pengamanan Nataru...

news | 12:15 WIB

Wamen Stella Christie ingatkan mahasiswa untuk asah kemampuan berpikir reflektif agar tak tergantikan oleh AI. Simak pes...

news | 11:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebut dialog dengan AS langkah maju menuju damai, namun tegaskan program rudal Iran teta...

news | 10:15 WIB

Polda Metro Jaya segera periksa saksi ahli terkait kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono usai sang komika dic...

news | 09:30 WIB

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, menyatakan tetap membuka peluang untuk menambah pemain diaspora baru. Langk...

news | 08:15 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan prajurit dan fasilitas Yonif TP 875/SYP di Dompu, NTB. Tegaskan peran TNI s...

news | 07:15 WIB

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan menerima gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Prin...

news | 18:48 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa rumah sakit (RS) milik negar...

news | 18:32 WIB