Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Pengembangan Industri Perunggasan Nasional

Kementan tegaskan komitmen lindungi peternak rakyat dalam pengembangan industri unggas nasional. Investasi asing diharapkan tidak mematikan peternak lokal di tengah kondisi surplus produksi.

Elara | MataMata.com
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:45 WIB
Peternakan ayam petelur di kandang perunggasan modern. ANTARA/HO-Kementan

Peternakan ayam petelur di kandang perunggasan modern. ANTARA/HO-Kementan

Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa peternak rakyat menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri perunggasan nasional. Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan peternak domestik di tengah dinamika investasi sektor unggas.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan bahwa pemerintah memastikan setiap investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi peternak dalam negeri.

"Investasi harus memperkuat produksi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga ketahanan pangan, bukan justru membuat peternak rakyat tersisih di negaranya sendiri," ujar Agung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Agung menjelaskan bahwa pembangunan subsektor peternakan harus dilakukan secara terukur melalui kemitraan nasional yang melibatkan peternak rakyat, koperasi, pelaku usaha lokal, hingga BUMN sektor pangan. Menurutnya, arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sangat tegas: investasi harus memperkuat struktur industri dari hulu ke hilir tanpa memperlebar ketimpangan ekonomi.

Saat ini, Kementan tengah memperkuat model Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) berbasis kemitraan nasional. Model ini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan, pakan, pengolahan, hingga distribusi produk protein hewani.

"Kondisi produksi telur kita saat ini surplus. Tantangan utamanya bukan lagi peningkatan produksi, melainkan penguatan pasar, distribusi, dan perlindungan terhadap peternak rakyat," tambah Agung.

Senada dengan hal tersebut, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menilai penguatan industri lokal sangat penting untuk mendukung program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Industri dalam negeri dan peternak mandiri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan protein hewani tanpa harus bergantung pada kerja sama pihak luar negeri," kata Tauhid.

Ia memperingatkan, dominasi asing pada sektor yang sudah dikuasai lokal justru berisiko menarik nilai tambah ekonomi ke luar negeri dan menekan perekonomian nasional.

Sementara itu, Guru Besar Sosial Ekonomi Peternakan UGM, Budi Guntoro, menyoroti adanya surplus struktural pada komoditas telur. Ia menilai masalah utama saat ini adalah ketimpangan pasar dan lemahnya posisi tawar peternak kecil.

Baca Juga: Anggia Novita Bangga Sang Putra Sulung, Aldy Riva jadi Penemu Teknologi Canggih

"Dalam kondisi surplus, langkah yang tepat adalah memperkuat koperasi dan kemitraan lokal, bukan membuka ruang dominasi bagi modal besar atau asing," tegas Budi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui 15 RUU tentang kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Kalteng, dan Kalsel menjadi R...

news | 14:23 WIB

Perum Bulog membuka akses gudang sebagai sarana edukasi ketahanan pangan. Di saat bersamaan, stok beras Bulog mencetak r...

news | 12:33 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim. Indonesia tegas tolak intervensi Malaysia da...

news | 11:18 WIB

Menko Infrastruktur AHY menegaskan adopsi kendaraan listrik (EV) krusial untuk pembangunan berkelanjutan dan target Net ...

news | 11:10 WIB

Eks Menpora Dito Ariotedjo penuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 yang merugikan n...

news | 11:05 WIB

Wapres Gibran Rakabuming mengajak pemuda GPdI memperkuat persatuan dan toleransi, serta mengapresiasi materi mental heal...

news | 09:12 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan Inpres Irigasi sukses jamin pemerataan air pertanian. Di Bogor, rehabilitasi irigasi...

news | 09:09 WIB

DPP Partai Golkar mengapresiasi langkah Presiden Prabowo menurunkan harga gas LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU...

news | 08:59 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang vonis kasus dugaan korupsi Chromebook hari ini. Sebelumnya, ia di...

news | 07:56 WIB

MK menolak gugatan uji materi UU Desa yang diajukan mahasiswa. Syarat minimal usia calon kepala desa (kades) ditegaskan ...

news | 07:47 WIB