Kemenkes: WNA di Jakarta yang Berkontak Erat dengan Pasien Hantavirus Dinyatakan Negatif

Kemenkes mengonfirmasi WNA di Jakarta Pusat negatif Hantavirus setelah berkontak erat dengan klaster kapal pesiar MV Hondius. Pemantauan di RSPI Sulianti Saroso terus dilakukan.

Elara | MataMata.com
Senin, 11 Mei 2026 | 15:43 WIB
Tangkapan layar-Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers kewaspadaan penyakit hantavirus secara daring yang diikuti di Jakarta pada Senin (11/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Tangkapan layar-Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers kewaspadaan penyakit hantavirus secara daring yang diikuti di Jakarta pada Senin (11/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Matamata.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Jakarta menunjukkan hasil negatif Hantavirus. WNA tersebut sebelumnya dilaporkan melakukan kontak erat dengan penumpang yang terinfeksi virus tersebut di kapal pesiar MV Hondius.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima notifikasi dari International Health Regulation (IHR) pada 7 Mei 2026. Laporan tersebut menyebutkan seorang pria WNA berinisial KE (60), yang berdomisili di Jakarta Pusat, sempat berada dalam satu penerbangan dengan pasien kasus kedua yang meninggal dunia.

"KE merupakan kontak erat dari kasus kedua dan sempat satu penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg. Meski yang bersangkutan memiliki komorbid hipertensi dan riwayat vaping, hasil laboratorium menyatakan ia negatif Hantavirus," ujar Andi dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Walaupun hasilnya negatif, Andi menegaskan bahwa KE saat ini masih menjalani pemantauan ketat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Penyelidikan epidemiologi dan pelacakan riwayat perjalanan telah dilakukan kurang dari 24 jam sejak notifikasi diterima.

"Kondisi pasien saat ini sehat tanpa gejala mengkhawatirkan. Namun, sesuai protokol WHO, kontak erat harus menjalani karantina dan pemantauan aktif setiap hari," lanjutnya. Setelah diperbolehkan pulang, petugas Puskesmas Kecamatan Senen akan tetap memantau kondisi KE secara berkelanjutan.

Waspada Klaster Global Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), klaster Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius mencatatkan tingkat fatalitas (case fatality rate) mencapai 37,5 persen, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Virus yang teridentifikasi dalam klaster tersebut adalah jenis Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) strain Andes. Jenis ini dikenal sangat berbahaya dan umumnya menular melalui paparan hewan pengerat (rodensia).

"Indonesia sejauh ini belum pernah melaporkan kasus HPS. Sejak 1991, Indonesia hanya mencatat infeksi tipe Haemorhaggic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas. Belum ada laporan kasus penularan dari tikus ke manusia di tanah air hingga saat ini," tutup Andi. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pakar nuklir AS Dr. Kelle Barfield sebut Indonesia tak mulai dari nol dalam pengembangan energi nuklir sipil. AS siap bo...

news | 18:31 WIB

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan penerbangan Indonesia mulai m...

news | 18:27 WIB

Mendes PDT Yandri Susanto bakal memutakhirkan program Jaga Desa ke sistem digital. Langkah ini diambil untuk mendongkrak...

news | 18:24 WIB

Istri mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno Yaqut, mengapresiasi langkah KPK yang mengabulkan pembantaran penahana...

news | 12:54 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan DPR bergerak cepat mencari solusi kenaikan harga gas industri non-HGBT guna menyelamat...

news | 12:50 WIB

Tiga mantan pejabat Bea Cukai, termasuk eks Direktur P2 Rizal, segera disidang pada 3 Juli 2026 terkait kasus suap impor...

news | 11:30 WIB

Menaker Yassierli menegaskan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan harus naik kelas ke tahap transformatif d...

news | 09:15 WIB

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia siap memasuki fase baru pasar karbon global melalui peluncuran SRUK dan pen...

news | 08:15 WIB

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mendoakan sekaligus mendukung Timnas Indonesia agar bisa ...

news | 07:15 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan memuji capaian sertifikasi tanah DKI Jakarta yang tembus 98,6 persen dan meminta daerah...

news | 06:00 WIB