Kemenkes Imbau Calon Jemaah Haji Batasi Tradisi Walimatus Safar Maksimal H-7 Keberangkatan

Kemenkes mengimbau calon jemaah haji 2026 membatasi acara walimatus safar maksimal H-7 keberangkatan demi mencegah kelelahan ekstrem dan risiko kesehatan fatal.

Elara | MataMata.com
Rabu, 14 Januari 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi - Suasana walimatus safar jemaah calon haji Kabupaten Bangka Barat yang digelar di rumah dinas Bupati, Kamis (19/7). ANTARA/Donatus Dasapurna Putranta

Ilustrasi - Suasana walimatus safar jemaah calon haji Kabupaten Bangka Barat yang digelar di rumah dinas Bupati, Kamis (19/7). ANTARA/Donatus Dasapurna Putranta

Matamata.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau calon jemaah haji Indonesia tahun 2026 untuk membatasi tradisi walimatus safar atau acara syukuran pelepasan haji. Kegiatan tersebut diharapkan sudah selesai pada H-7 atau satu minggu sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa tradisi yang digelar secara berlebihan dapat memicu kelelahan ekstrem (fatigue) pada jemaah, bahkan sebelum prosesi ibadah dimulai.

"Kami mohon walimatus safar ini diadakan sesederhana mungkin. Ini sebenarnya acara tradisi. Tolong dilakukan maksimal satu minggu sebelum berangkat. Jangan lebih dari itu agar seminggu terakhir jemaah benar-benar istirahat total," ujar Liliek dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa malam (13/1/2026).

Liliek mengungkapkan, imbauan ini berkaca pada insiden tragis musim haji sebelumnya. Seorang jemaah dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Arab Saudi akibat kelelahan fisik yang hebat.

Berdasarkan penelusuran tim kesehatan, jemaah tersebut diketahui menggelar acara open house selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut menjelang keberangkatan.

"Jemaah itu kelelahan karena menerima tamu terus-menerus. Di pesawat, kondisinya drop, sempat pingsan, dan tidak tertolong. Kita tentu tidak ingin kejadian serupa terulang kembali," tambahnya.

Kemenkes menilai periode tenang selama satu minggu sebelum keberangkatan sangat krusial untuk pemulihan stamina fisik dan mental. Calon jemaah disarankan hanya melakukan aktivitas ringan, seperti mengemas barang dan menjaga pola tidur serta asupan gizi.

Mengingat haji merupakan ibadah fisik yang berat dengan tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi, Kemenkes meminta jemaah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) lebih bijak dalam mengatur waktu. Prioritas utama jemaah saat ini adalah menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima hingga tiba di Tanah Suci. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia terus meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada mitra-mitra yang dinilai...

news | 09:00 WIB

Pemerintah Irak kembali menegaskan penolakan keras terhadap penggunaan wilayah kedaulatannya sebagai lokasi peluncuran s...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin ratas di Hambalang untuk memperkuat peran Perminas dalam hilirisasi mineral dan memas...

news | 07:00 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di Kot...

news | 06:15 WIB

Anggota DPR Elpisina desak reformasi total tata kelola sampah menyusul tragedi longsor Bantargebang yang tewaskan 4 oran...

news | 14:51 WIB

Muhammad Kerry Riza, anak Riza Chalid, ajukan banding atas vonis 15 tahun penjara dan uang pengganti Rp2,9 triliun dalam...

news | 14:30 WIB

BRIN peringatkan potensi pohon tumbang di musim hujan. Peneliti dorong Pemda terapkan ilmu aborikultur untuk audit keseh...

news | 13:15 WIB

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman ungkap pesan Presiden Prabowo untuk cegah kekeliruan peradilan. Simak penjelasan impl...

news | 12:15 WIB

Bahlil Lahadalia tegaskan peran pesantren dalam nasionalisme dan dorong pemerintah berikan akses khusus beasiswa LPDP se...

news | 11:15 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas optimistis menang praperadilan lawan KPK. Putusan kasus dugaan korupsi kuota haji Rp622...

news | 10:45 WIB