Kemenkes Imbau Calon Jemaah Haji Batasi Tradisi Walimatus Safar Maksimal H-7 Keberangkatan

Kemenkes mengimbau calon jemaah haji 2026 membatasi acara walimatus safar maksimal H-7 keberangkatan demi mencegah kelelahan ekstrem dan risiko kesehatan fatal.

Elara | MataMata.com
Rabu, 14 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kemenkes Imbau Calon Jemaah Haji Batasi Tradisi Walimatus Safar Maksimal H-7 Keberangkatan

Kemenkes Imbau Calon Jemaah Haji Batasi Tradisi Walimatus Safar Maksimal H-7 Keberangkatan

matamata.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau calon jemaah haji Indonesia tahun 2026 untuk membatasi tradisi walimatus safar atau acara syukuran pelepasan haji. Kegiatan tersebut diharapkan sudah selesai pada H-7 atau satu minggu sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa tradisi yang digelar secara berlebihan dapat memicu kelelahan ekstrem (fatigue) pada jemaah, bahkan sebelum prosesi ibadah dimulai.

"Kami mohon walimatus safar ini diadakan sesederhana mungkin. Ini sebenarnya acara tradisi. Tolong dilakukan maksimal satu minggu sebelum berangkat. Jangan lebih dari itu agar seminggu terakhir jemaah benar-benar istirahat total," ujar Liliek dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa malam (13/1/2026).

Liliek mengungkapkan, imbauan ini berkaca pada insiden tragis musim haji sebelumnya. Seorang jemaah dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Arab Saudi akibat kelelahan fisik yang hebat.

Berdasarkan penelusuran tim kesehatan, jemaah tersebut diketahui menggelar acara open house selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut menjelang keberangkatan.

"Jemaah itu kelelahan karena menerima tamu terus-menerus. Di pesawat, kondisinya drop, sempat pingsan, dan tidak tertolong. Kita tentu tidak ingin kejadian serupa terulang kembali," tambahnya.

Kemenkes menilai periode tenang selama satu minggu sebelum keberangkatan sangat krusial untuk pemulihan stamina fisik dan mental. Calon jemaah disarankan hanya melakukan aktivitas ringan, seperti mengemas barang dan menjaga pola tidur serta asupan gizi.

Mengingat haji merupakan ibadah fisik yang berat dengan tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi, Kemenkes meminta jemaah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) lebih bijak dalam mengatur waktu. Prioritas utama jemaah saat ini adalah menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima hingga tiba di Tanah Suci. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB