Bahlil Lahadalia: Pesantren Adalah Benteng Nasionalisme dan IPTEK

Bahlil Lahadalia tegaskan peran pesantren dalam nasionalisme dan dorong pemerintah berikan akses khusus beasiswa LPDP serta Makan Bergizi Gratis bagi santri.

Elara | MataMata.com
Senin, 09 Maret 2026 | 11:15 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (tengah) memberikan keterangan pers di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (tengah) memberikan keterangan pers di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Matamata.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda Indonesia. Menurutnya, pesantren berhasil mengolaborasikan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, teknologi, dan cinta tanah air dalam satu ekosistem.

"Pesantren mendidik anak-anak kita untuk paham agama, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan menanamkan nasionalisme. Nilai-nilai ini melekat kuat di pesantren," ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini memastikan pemerintah akan selalu hadir untuk mendukung kemajuan pesantren. Ia menyebutkan sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang kini mulai menyasar lingkungan pesantren, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ini adalah bagian dari ikhtiar pemerintah. Tidak hanya untuk sekolah umum, tetapi santri-santri di pesantren juga harus merasakan manfaatnya," tegasnya.

Selain pemenuhan gizi, Bahlil secara khusus menyoroti akses beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia meyakini kualitas santri tidak kalah bersaing dengan siswa sekolah umum, namun selama ini perhatian khusus terhadap jalur prestasi santri dinilai masih minim.

"Saya pikir (afirmasi LPDP) ini harus terus kita suarakan agar diambil keputusan yang tepat. Bagaimanapun, para santri adalah anak bangsa yang berhak mendapatkan kesempatan yang sama," pungjang Bahlil.

Melalui dorongan ini, Bahlil berharap ke depannya tidak ada lagi sekat antara pendidikan berbasis agama dan umum dalam hal akses fasilitas serta bantuan pemerintah, demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaa...

news | 17:19 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan rupiah hingga Rp18.000/dolar AS jadi momentum emas genjot ekspor pertanian ...

news | 16:29 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana melakukan relaksasi kuota produksi batu bara 2026 menyusul kenaikan harga global...

news | 16:21 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan perintah Presiden Prabowo untuk menaikkan harga TBS sawit sebesar 10 persen. Satga...

news | 16:07 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons tuntutan BEM SI Jateng terkait melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp18.000 per dolar...

news | 14:08 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan 300 perusahaan kelapa sawit ke Satgas Pangan Polri karena sengaja menahan harga TB...

news | 12:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan aturan skema bagi hasil sektor pertambangan minerba tidak akan berubah selamany...

news | 12:15 WIB

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan penanaman integritas sejak dini adalah kunci pencegahan korupsi PPDB, di...

news | 11:45 WIB

Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke level Rp18.107 per dolar AS pada Senin pagi. Simak analisis pemicunya mulai dari ...

news | 10:30 WIB

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan eks Ketum Kesthuri Asrul Aziz Taba t...

news | 10:30 WIB