Irak Tegas Menolak Wilayahnya Digunakan untuk Serang Negara Tetangga

Pemerintah Irak kembali menegaskan penolakan keras terhadap penggunaan wilayah kedaulatannya sebagai lokasi peluncuran serangan yang menargetkan negara-negara tetangga. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Tim

Elara | MataMata.com
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:15 WIB
Irak Tegas Menolak Wilayahnya Digunakan untuk Serang Negara Tetangga

Irak Tegas Menolak Wilayahnya Digunakan untuk Serang Negara Tetangga

matamata.com - Pemerintah Irak kembali menegaskan penolakan keras terhadap penggunaan wilayah kedaulatannya sebagai lokasi peluncuran serangan yang menargetkan negara-negara tetangga. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Wakil Menteri Luar Negeri Irak, Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom, menyampaikan komitmen tersebut saat bertemu Duta Besar Kuwait, Mohammad Hassan Al-Zaman, di Baghdad, Senin (9/3/2026).

“Irak menolak logika perang secara umum, dan secara khusus melarang penggunaan wilayah kami sebagai landasan untuk menargetkan negara tetangga,” tegas Bahr Al-Uloom dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Irak.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Baghdad tengah mengambil langkah-langkah tegas untuk mengejar pihak-pihak yang melakukan tindakan yang dapat merusak hubungan diplomatik Irak dengan negara sahabat.

Di sisi lain, Duta Besar Kuwait Mohammad Hassan Al-Zaman menyampaikan kekhawatiran mendalam negaranya terkait serangan yang berasal dari wilayah Irak. Ia meminta Baghdad segera turun tangan guna menghentikan aktivitas tersebut demi menjaga stabilitas dan hubungan persaudaraan kedua negara.

Kedua belah pihak sepakat bahwa stabilitas regional sangat terdampak oleh ketegangan yang melibatkan aktor-aktor besar di kawasan. Sebagaimana diketahui, situasi di Timur Tengah memanas sejak serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Agresi militer tersebut dilaporkan mengakibatkan jatuhnya ribuan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai bentuk pertahanan diri, Teheran melakukan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Repub...

news | 10:30 WIB

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB