Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia

Kemenkes percepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk 26.000 dapur SPPG. Simak syarat dan cara ikut pelatihan gratis bagi penjamah pangan di sini.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 25 April 2026 | 14:51 WIB
Tangkapan layar- Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Then Suyanti memberikan pemaparan dalam dialog bertajuk

Tangkapan layar- Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Then Suyanti memberikan pemaparan dalam dialog bertajuk "Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa" yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) National Summit yang diikuti di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Matamata.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi lebih dari 26.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna menjamin standar keamanan pangan nasional dalam program pemenuhan gizi masyarakat.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, dr. Then Suyanti, mengungkapkan adanya lonjakan permohonan sertifikasi yang cukup signifikan dalam satu bulan terakhir.

"Akhir Maret lalu permohonan masih di bawah 10.000, namun per 24 April 2026 sudah ada 26.000 lebih dapur SPPG yang terdata," ujar dr. Then dalam agenda APPMBGI National Summit di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan data Kemenkes, sebanyak 17.807 dapur telah mengajukan permohonan resmi. Dari jumlah tersebut, 14.646 sertifikat (81%) telah diterbitkan. Namun, masih terdapat sekitar 8.600 dapur yang terpantau belum mengajukan proses SLHS.

Terkait hal ini, Kemenkes mendesak yayasan dan mitra pengelola dapur untuk segera memproses sertifikasi. dr. Then juga menekankan pentingnya dukungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menginstruksikan kepala daerah agar Dinas Kesehatan di tiap wilayah memfasilitasi proses inspeksi.

Dalam pengawasan di lapangan, Kemenkes menemukan kendala utama belum terbitnya sertifikat di sejumlah wilayah adalah kurangnya kompetensi penjamah pangan. Banyak petugas dapur yang belum pernah mengikuti pelatihan resmi.

Sebagai solusi, Kemenkes menyediakan kuota pelatihan gratis melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) di portal "Pelataran Sehat". Pelatihan daring selama 8 Jam Pelajaran (JPL) ini mencakup materi kebijakan keamanan pangan, pencegahan cemaran, hingga higiene perorangan.

"Pelatihan ini gratis dan dapat diakses 24 jam. Kami meminta kepala SPPG membantu para penjamah pangan untuk mengakses ini, karena sertifikat kompetensi mereka adalah syarat mutlak terbitnya SLHS," tegas dr. Then.

Selain pelatihan, Kemenkes mendorong penggunaan dana BOK Non-Fisik untuk Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Daerah yang belum memiliki laboratorium kesehatan masyarakat juga diizinkan menggunakan sanitarian kit sebagai alat pengawasan kualitas pangan darurat. (Antara)

Baca Juga: KPK Dalami Praktik Jual Beli Kuota Haji Lewat Direktur Marco Tour & Travel

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua DEN Luhut Pandjaitan dan ekonom senior Chatib Basri ke Istana Kepresidenan, Se...

news | 16:44 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal kebijakan efisiensi anggaran berlanjut pada 2027. Skema bansos dan subsidi ak...

news | 16:40 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan tiga strategi utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pa...

news | 14:15 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan perpanjangan batas usia pensiun Kapolri dalam RUU Polri baru disesuaikan dengan kebut...

news | 13:49 WIB

Bapanas rampungkan uji sampel dan sertifikasi mutu untuk ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia. Bulog pastikan harga jua...

news | 10:15 WIB

Tim Kepresidenan meluncurkan buku 'Presiden Solusi' yang mendokumentasikan 108 kebijakan strategis dan transformasi huku...

news | 09:15 WIB

Rencana kenaikan HET Minyakita bergulir. Mentan Amran Sulaiman siap gelar rapat koordinasi dengan Mendag Budi Santoso da...

news | 08:49 WIB

Kejagung limpahkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO modus samarkan minyak sawit jadi limbah POME ke JPU. Tiga tersangka d...

news | 08:39 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada jabatan yang kebal hukum terkait pengusutan dugaan kasus l...

news | 07:15 WIB

KPK dalami peran pemilik Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam kasus korupsi kuota haji 2023-2024 setelah resmi menahan dua t...

news | 06:00 WIB