DPR Desak Pemerintah Hapus 'Kasta' Guru: Jadikan Semua PNS, Bukan PPPK

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendesak pemerintah menghapus status PPPK dan honorer, serta menjadikan seluruh guru sebagai PNS melalui rekrutmen nasional.

Elara | MataMata.com
Senin, 11 Mei 2026 | 11:15 WIB
Wakil Ketua (Waka) Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. ANTARA/Nur Imansyah. (1)

Wakil Ketua (Waka) Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. ANTARA/Nur Imansyah. (1)

Matamata.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menuntaskan persoalan guru honorer secara permanen.

Ia meminta pemerintah mengubah status seluruh guru menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai kriteria dan berhenti menggunakan solusi jangka pendek.

Lalu menilai, Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) hanya bersifat sementara. Meski SE tersebut menjamin pembayaran gaji guru honorer hingga 31 Desember 2026, hal itu dinilai belum menyelesaikan akar masalah.

"Jika berubah nama menjadi Non-ASN, pastikan hak-hak mereka tidak terabaikan. Keberlangsungan status juga harus segera dituntaskan. Jadikan PNS semua, tentu sesuai dengan kriteria," ujar Lalu di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Hapus Klasterisasi Guru Menurut Lalu, persoalan utama tata kelola pendidik saat ini adalah adanya "kastanisasi" atau pengelompokan status guru.

Kondisi ini menciptakan ketimpangan, disparitas pendapatan, hingga ketidakpastian karier. Ia pun meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis untuk menghapus sistem klasterisasi tersebut.

Ia menekankan pentingnya pemerintah melakukan hitung ulang yang akurat terkait kebutuhan dan ketersediaan guru di seluruh Indonesia, baik ASN maupun Non-ASN.

"Ke depan, harus ada satu status guru nasional, yaitu PNS. Tidak ada lagi guru PPPK maupun PPPK Paruh Waktu," tegasnya.

Satu Skema Nasional Lalu berpendapat bahwa penyatuan status guru ke dalam satu skema nasional akan membuat tata kelola pendidikan lebih efektif dan terintegrasi. Dengan sistem tunggal, pemerintah pusat dapat mengambil alih penuh proses rekrutmen, distribusi, hingga pembinaan karier secara merata.

"Jika seluruh guru direkrut melalui satu sistem nasional lewat CPNS, maka distribusi tenaga pendidik, pengembangan kompetensi, serta kesejahteraan guru akan lebih terukur dan berkeadilan," imbuh Lalu.

Baca Juga: DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Legislatif, Ini Alasannya

Penghapusan klasterisasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Ia mengingatkan bahwa guru adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Negara harus memberikan kepastian status, karier, dan kesejahteraan secara setara bagi seluruh guru," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Istri mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno Yaqut, mengapresiasi langkah KPK yang mengabulkan pembantaran penahana...

news | 12:54 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan DPR bergerak cepat mencari solusi kenaikan harga gas industri non-HGBT guna menyelamat...

news | 12:50 WIB

Tiga mantan pejabat Bea Cukai, termasuk eks Direktur P2 Rizal, segera disidang pada 3 Juli 2026 terkait kasus suap impor...

news | 11:30 WIB

Menaker Yassierli menegaskan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan harus naik kelas ke tahap transformatif d...

news | 09:15 WIB

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia siap memasuki fase baru pasar karbon global melalui peluncuran SRUK dan pen...

news | 08:15 WIB

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mendoakan sekaligus mendukung Timnas Indonesia agar bisa ...

news | 07:15 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan memuji capaian sertifikasi tanah DKI Jakarta yang tembus 98,6 persen dan meminta daerah...

news | 06:00 WIB

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) jalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seca...

news | 16:20 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan peluncuran biodiesel B50 pada Juli 2026. Langkah ini ditargetkan membawa Indonesia...

news | 15:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto sebut petani dan nelayan sebagai tulang punggung RI dalam acara puncak Penas KTNA XVII di Goro...

news | 14:08 WIB