Ma'ruf Amin Targetkan Ekonomi Syariah Jadi Arus Utama Ekonomi Nasional dalam 25 Tahun

Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Maruf Amin, menegaskan visi besar transformasi ekonomi berbasis syariah. Dalam 25 tahun ke depan, sistem ekonomi syariah ditargetkan menjadi arus utama (mainstream) dalam

Elara | MataMata.com
Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB
Wakil Presiden ke-13 yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan pada tasyakur milad ke-50 MUI di Jakarta, Sabtu (26/7/2025). Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar perayaan puncak milad ke-50 dengan mengusung tema MUI Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat dan Keharmonisan Bangsa. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

Wakil Presiden ke-13 yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Ma'ruf Amin menyampaikan sambutan pada tasyakur milad ke-50 MUI di Jakarta, Sabtu (26/7/2025). Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar perayaan puncak milad ke-50 dengan mengusung tema MUI Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat dan Keharmonisan Bangsa. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

Matamata.com - Ketua Badan Pengawas Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ma’ruf Amin, menegaskan visi besar transformasi ekonomi berbasis syariah. Dalam 25 tahun ke depan, sistem ekonomi syariah ditargetkan menjadi arus utama (mainstream) dalam sistem ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Kiai Ma’ruf dalam acara Ta’aruf Pengurus DSN-MUI Masa Khidmat 2025-2030 dan Rapat Pleno DSN-MUI Ke-60 di Jakarta, Rabu (11/2). Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah memerlukan proses yang terstruktur dan tidak bisa instan.

“Kita punya target jangka panjang 25 tahun untuk mentransformasikan ekonomi masyarakat agar berjalan sesuai prinsip syariah. Fase awal difokuskan pada edukasi, sementara tahap berikutnya adalah penguatan kualitas dan perluasan pangsa pasar,” ujar Wakil Presiden ke-13 RI tersebut.

Literasi dan Fondasi Etika Kiai Ma’ruf menekankan bahwa peningkatan literasi adalah kunci agar masyarakat memahami bahwa ekonomi syariah bukan sekadar pilihan bagi umat Muslim, melainkan sebuah kebutuhan untuk ekosistem yang lebih sehat.

Ia menjelaskan bahwa prinsip syariah melarang keras adanya praktik manipulasi, gharar (ketidakjelasan), dan judi. Dengan menjalankan "rambu-rambu" ini, ia optimistis kepercayaan investor, baik domestik maupun global, akan tumbuh pesat.

“Jika prinsip syariah dijalankan, insyaallah tidak akan ada manipulasi. Kepercayaan akan tumbuh, dan praktik yang merugikan masyarakat bisa kita hindari,” tegasnya.

Sinergi Ekosistem Lebih lanjut, Kiai Ma'ruf mengingatkan bahwa keberhasilan visi ini bergantung pada sinergi lintas sektor. DSN-MUI berperan sebagai motor penggerak melalui fatwa, namun implementasinya membutuhkan dukungan penuh dari regulator dan pelaku industri.

"Ekonomi syariah adalah satu ekosistem. DSN-MUI mengeluarkan fatwa, tetapi harus didukung penuh oleh pemerintah, regulator, dan masyarakat secara bersama-sama agar memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan nasional," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

ITDC berkomitmen menerapkan pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika dengan mengalokasikan 30% lahan untuk RTH dan mena...

news | 15:37 WIB

Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra menggelar sidang etik tertutup terhadap Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri As Sid...

news | 15:34 WIB

Pemkot Palembang resmi memberlakukan denda maksimal Rp500 ribu dan sanksi sosial sapu jalanan bagi pembuang sampah semba...

news | 15:30 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026, lengkap dengan cold st...

news | 14:28 WIB

Penebusan pupuk subsidi melonjak 36% menjadi 3,4 juta ton per Mei 2026. PT Pupuk Indonesia (Persero) siapkan strategi di...

news | 14:20 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sebut penyelamatan uang negara Rp10,27 triliun oleh Kejagung di era Prabowo jad...

news | 14:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Simental seberat 1,05 ton dari peternak di Bantul, DIY seharga Rp110...

news | 14:03 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti memperkuat kerja sama ekonomi RI-Rusia di Kazan. Nilai perdagangan naik 21,7%, targetkan ratifik...

news | 08:08 WIB

Presiden AS Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan AS-China, mulai dari pengaruh Konfusius hingga kerja sama e...

news | 07:15 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meresmikan pabrik pengolahan ikan PT BIG di Bintan. Tegaskan komitmen stop kapal luar ...

news | 06:00 WIB